Said Abdullah: PDIP Solid Bukan Sekadar Slogan

Menurut Said, hubungan harmonis antara Puan Maharani dan Prananda Prabowo mencerminkan soliditas partai di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.

oleh Nayla ShabrinaDiterbitkan 31 Juli 2025, 13:44 WIB
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah dan Puan Maharani (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, memastikan bahwa partainya tetap solid dan tidak terpecah oleh faksi-faksi internal.

Hal ini disampaikan menanggapi perhatian publik terhadap momen pelukan hangat antara Ketua DPP PDIP, Puan Maharani dan Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif, Prananda Prabowo di pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) PDIP di Bali.

Menurut Said, kedekatan Puan dan Prananda merupakan hal wajar karena keduanya adalah saudara kandung sekaligus anak biologis dan ideologis dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Harmoni bukan hanya sekadar hubungan antar beliau, tetapi juga di jajaran kepartaian secara keseluruhan. PDI Perjuangan solid bukan sekadar slogan," ujar Said dalam keterangan tertulisnya di Bali, Kamis (31/7/2025).

Said menegaskan bahwa perbedaan pendapat yang muncul di internal partai tidak bisa dimaknai sebagai perpecahan atau faksionalisme. Menurutnya, dinamika itu adalah bentuk demokrasi yang hidup di tubuh PDIP.

“Wacana boleh berbeda, tetapi ketika Ibu Ketua Umum memutuskan, kami semua solid mendukung penuh keputusan tersebut,” tegasnya.

 

Kontribusi Besar

Ketua Banggar DPR itu juga menambahkan bahwa baik Puan maupun Prananda memiliki kontribusi besar dalam perjalanan dan pertumbuhan PDIP sejak lama. Keduanya disebut hanya berbagi peran dan penugasan politik demi kebesaran partai.

“Sehingga di PDI Perjuangan hanya ada satu faksi di bawah Ibu Mega selaku Ketua Umum,” kata Said.

Lebih lanjut, Said menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota DPR dan DPRD PDIP se-Indonesia merupakan bentuk nyata penerjemahan arahan Megawati, untuk memperkuat kemampuan kader dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.

Ia menyatakan, posisi PDIP sebagai mitra kerja pemerintah di pusat dan daerah bersifat konstruktif, bukan oposisi, sejalan dengan pandangan Megawati.

“Sistem ketatanegaraan kita tidak mengenal oposisi, tetapi mitra kerja yang konstruktif bagi pemerintah,” jelas Said.

 

Saudara Politik

Bahkan, Said juga menyambut baik pernyataan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menyebut hubungan antara Gerindra dan PDIP layaknya kakak-adik dalam dunia politik.

“Kami membenarkan dan menyambut baik hal itu. PDI Perjuangan akan menjadi saudara politik yang baik,” pungkas Said.

Infografis Sinyal PDIP Gabung ke Kabinet Prabowo-Gibran. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya