Liputan6.com, Jakarta Cek Kesehatan Gratis di Sekolah atau CKG Sekolah bakal bergulir pada Senin, 4 Agustus 2025. Total ada 283.317 satuan pendidikan yang menjadi target sasaran, di mana 2.389 diantaranya adalah Sekolah Luar Biasa (SLB).
Ada 161.318 siswa dari 2.389 SLB yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan menjadi target dalam program CKG Sekolah. Hal itu seperti tertuang dalam data yang dipaparkan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, dokter Maria Endang Sumiwi, MPH pada Kamis, 31 Juli 2025.
Advertisement
Endang Sumiwi mengungkapkan bahwa sebelum pelaksanaan CKG Sekolah, bakal ada koordinasi antara pihak sekolah dangan puskesmas. Dalam persiapan CKG, sekolah atau guru atau wali asuh santri memberikan informasi serta menyebarkan kuesioner skrining kepada orangtua.
Dari hasil skrining yang telah diisi bisa menjadi acuan puskesmas saat pelaksanaan hari CKG Sekolah.
"Puskesmas jadi tahu berapa anak yang akan jalani CKG, perlu bahan medis habis pakai apa saja untuk anak-anak sesuai dari hasil kuesioner," kata Endang Sumiwi dalam konferensi pers secara daring.
Secara umun, pemeriksaan kesehatan yang akan dijalani anak-anak sekolah diantaranya, gizi, mata, telinga, tekanan darah hingga kebugaran fisik.
CKG di Sekolah Rakyat, Masalah Gigi Paling Tinggi
CKG di Sekolah Rakyat telah dimulai lebih dahulu tepatnya pada 14 Juli 2025. Sudah 72 Sekolah Rakyat (SR) dengan jumlah murid sekitar 7.400-an yang sudah menjalani CKG.
Berdasarkan data CKG pada Sekolah Rakyat, Menkes Budi kaget lantaran masalah gigi paling banyak ditemukan.
"Hasilnya memang masalahnya nih 49 persen gigi. Jadi ada masalah pada kesehatan gigi itu nomor satu," kata Budi di kesempatan yang sama.
Lalu disusul dengan tingkat kebugaran yang kurang pada siswa Sekolah Rakyat di angka 39 persen. "Jadi, anak-anak kita kurang olahraga," kata Budi.
Terkait temuan ini, Budi bakal mengusulkan ke Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu'ti untuk meningkatkan aktivitas fisik pada anak-anak di sekolah agar lebih bugar.
Masalah kesehatan selanjutnya terbanyak pada siswa SR adalah ademia sebesar 26,6 persen.
"Anemia artinya HB rendah di bawah 12, HB rendah ini sangat penting diperbaiki terutama anak-anak wanita sebelum hamil," katanya.