Riset: Sektor Manufaktur jadi Sasaran Utama Pelaku Kejahatan Siber

Data menunjukkan bahwa 62% serangan siber di Indonesia lebih banyak pada aktivitas pembobolan data, sebuah ancaman serius bagi privasi dan keamanan publik maupun institusi.

oleh Septian DenyDiterbitkan 29 Juli 2025, 20:40 WIB
Ilustrasi: Salah satu serangan siber yang kerap terjadi adalah DDoS. (Foto: Dewaweb)

Liputan6.com, Jakarta Riset Positive Technologies mengungkap fakta mengkhawatirkan di mana sekitar 28% iklan di forum dark web yang beredar di kawasan Asia Tenggara berkaitan langsung dengan Indonesia. Artinya, nama Indonesia cukup sering disebut dalam aktivitas dunia maya ilegal.

Data menunjukkan bahwa 62% serangan siber di Indonesia lebih banyak pada aktivitas pembobolan data, sebuah ancaman serius bagi privasi dan keamanan publik maupun institusi. Dalam periode 2023 hingga 2024, sektor manufaktur menjadi sasaran utama para pelaku kejahatan siber, menyumbang 31% dari total serangan. Disusul oleh instansi pemerintah dan perusahaan keuangan, masing-masing sebesar 23%.

Hal ini terungkap dalam Positive Hack Talks yang digelar di Jakarta.

Para pakar siber mencatat bahwa Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam memperkuat infrastruktur digital dan meningkatkan literasi digital masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan digital tercepat di kawasan Asia Tenggara. Namun, pesatnya adopsi teknologi digital juga membawa tantangan baru. Dengan makin banyak layanan berpindah ke ranah daring, kebutuhan akan sistem keamanan siber yang kuat menjadi sangat mendesak untuk mencegah kebocoran data dan serangan siber yang semakin canggih.

Direktur Regional Positive Technologies untuk Asia Tenggara, Elena Grishaeva mengatakan bahwa ketahanan siber yang kuat di tingkat perusahaan, industri, maupun negara sangat bergantung pada pengembangan talenta profesional.

“Selama setahun terakhir, kami bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan terkemuka di Indonesia untuk melatih spesialis cyber security baru dan memperkuat pertahanan, baik untuk Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara. Acara meet up di Jakarta menjadi langkah penting mendukung upaya ini,” ujarnya dikutip Selasa (29/7/2025).

 

 

 

Keamanan Siber

4 Cara Pebisnis UMKM Lindungi Diri dari Serangan Siber dan Pulihkan Data Akibat Bencana Alam. (Doc: Extravytes Indonesia)

Chief Hacking Officer Positive Technologies Dmitry Serebryannikov menambahkan bahwa misi mereka bukan sekadar berbagi pengetahuan, tetapi juga membantu para profesional keamanan siber di seluruh dunia untuk mengembangkan keterampilan dan keahlian mereka.

“Bagi kami, ini bukan hanya pertukaran pengalaman, tetapi bagian dari misi budaya global kami. Acara seperti ini akan membangun komunitas ahli yang solid, yang bisa menghadapi ancaman siber secara bersama-sama—baik di Asia Tenggara maupun di tingkat global,” jelasnya.

Di Positive Hack Talks Jakarta, para pembicara membahas berbagai topik penting di dunia cyber security melalui contoh-contoh nyata. Peserta memanfaatkan acara ini untuk memperluas networking mereka, bertemu dengan profesional yang memiliki visi sama, dan berdiskusi santai langsung dengan para pakar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya