Banjir Rendam 16 Desa di Tanggamus Lampung, Ratusan Warga Terdampak

Basarnas Lampung mencatat 420 jiwa terdampak, dengan 200 di antaranya mengungsi secara mandiri akibat banjir yang menerjang Tanggamus Lampung.

oleh Ardi MuntheDiperbarui 29 Juli 2025, 18:46 WIB
Petugas SAR gabungan mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Foto : (Istimewa).

Liputan6.com, Lampung - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanggamus Lampung sejak Selasa dini hari, (29/7/2025) mengakibatkan banjir di 16 desa yang tersebar di lima kecamatan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung mencatat sedikitnya 420 jiwa terdampak, dengan 200 di antaranya mengungsi secara mandiri.

"Banjir dipicu hujan intensitas tinggi sejak pukul 03.00 WIB. Air mulai meluap dan merendam rumah-rumah warga," kata Kepala Kantor Basarnas Lampung, Deden Ridwansah, Selasa (29/7/2025).

Dia menyebut, banjir terparah terjadi di Kecamatan Wonosobo, tepatnya di Pekon Soponyono. Di lokasi itu, enam warga, termasuk lansia dan anak-anak, harus dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

"Hingga siang hari, debit air mulai berangsur surut, namun sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing," katanhya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus menyebut bahwa selain Wonosobo, banjir juga menerjang Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Semaka, Kota Agung Barat, dan Kelumbayan.

Evakuasi Korban Terus Dilakukan

Diungkapkan Deden, Informasi awal diterima oleh Basarnas dari BPBD Tanggamus sekitar pukul 08.40 WIB. Tim rescue Pos SAR Tanggamus langsung bergerak menuju lokasi kejadian dan tiba pada pukul 09.30 WIB.

Setelah melakukan koordinasi dan asesmen, tim segera mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

"Enam warga berhasil dievakuasi ke tempat aman. Sisanya memilih bertahan atau mengungsi secara mandiri. Identitas warga yang dievakuasi dari Pekon Soponyono, Suminah (64), Hazid (8), Restan (7), Rizal (7), Hanan (7) dan Riski (9)," sebut dia.

Dia menyebut, total warga terdampak diperkirakan mencapai 100 kepala keluarga atau sekitar 420 jiwa. Dari jumlah tersebut, 200 orang mengungsi mandiri ke tempat yang lebih tinggi dan aman, sementara 214 lainnya bertahan di rumah.

"Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Bandar Negeri Semuong: Gunung Doh, Rajabasa, Altar Lebar, Kecamatan Semaka: Sripurnomo, Srikuncoro, Sudimoro, Kecamatan Wonosobo: Soponyono, Banyu Urip, Bandar Kejadian, Dadi Rejo, Banjar Negoro, Kecamatan Kota Agung Barat: Negara Batin, Belu dan Kecamatan Kelumbayan: Penyandingan, Susuk, Negeri Kelumbayan," rincinya.

Hingga kini, kondisi cuaca di wilayah terdampak masih mendung. Tim SAR gabungan masih bersiaga di Kecamatan Wonosobo untuk mengantisipasi banjir susulan. 

Deden meminta warga tetap waspada dan tidak kembali ke rumah sebelum situasi benar-benar aman.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya