Saham American Airlines Anjlok Dampak Pelemahan Penerbangan Domestik

Saham American Airlines turun 6% setelah perusahaan mengungkapkan penurunan tajam pada perjalanan domestik di bulan Juli. Maskapai lain pun juga mengalami hal yang sama.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 27 Juli 2025, 15:30 WIB
Ilustrasi American Airlines. (Handout AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Saham American Airlines (AAL) jatuh 6% pada Kamis (25/7/2025) setelah maskapai tersebut melaporkan penurunan permintaan untuk penerbangan domestik, terutama pada bulan Juli. Tren ini sejalan dengan yang dialami oleh maskapai lain seperti Southwest Airlines (LUV).

"Juli ini terasa berat, terutama karena ketidakpastian yang muncul di masa awal pemesanan tiket," ujar CEO American Airlines, Robert Isom, dikutip dari Yahoo Finance, minggu (27/7/2025). 

Selama kuartal yang berakhir pada Juni, pendapatan dari penerbangan domestik tercatat turun sekitar 6% dibandingkan tahun lalu. Namun, manajemen optimistis bahwa Juli akan menjadi titik terendah dan kondisi keuangan perusahaan akan membaik secara bertahap pada bulan-bulan berikutnya.

“Jaringan penerbangan domestik kami memang sedang tertekan karena ketidakpastian ekonomi dan keengganan konsumen untuk bepergian,” kata Isom.

Untuk kuartal berjalan, American memperkirakan potensi kerugian antara USD 0,10 hingga USD 0,60 per saham. Sementara itu, untuk sepanjang 2025, perusahaan memperkirakan perolehan laba atau rugi akan berada dalam kisaran antara minus USD 0,20 hingga laba USD 0,80 per saham.

 

Pendapatan Tinggi

Foto American Airlines diambil pada 28 Januari 2013 di O'Hare Airport in Chicago, Illinois (SCOTT OLSON / AFP)

Meskipun mencetak pendapatan kuartalan tertinggi sebesar USD 14,4 miliar, prospek American tetap lebih pesimistis dibanding dua pesaingnya — Delta Airlines (DAL) dan United Airlines (UAL) — yang justru memberikan proyeksi optimis.

Salah satu penyebabnya, American memiliki lebih banyak rute domestik dibanding Delta dan United, yang kini lebih fokus memenuhi permintaan perjalanan internasional dan penumpang kelas premium yang bersedia membayar lebih mahal.

Sementara itu, Southwest Airlines mengalami tekanan serupa.

Sahamnya turun hingga 10% setelah perusahaan memangkas target laba sebelum pajak tahun 2025 menjadi USD 600 jutaUSD 800 juta. Ini berarti penurunan potensi keuntungan hingga USD 1 miliar dari proyeksi sebelumnya.

 

Kinerja Southwest

Sebuah pesawat Southwest Airlines terparkir pada salah satu terminal di Bandara Dallas Love Field, Texas, Amerika Serikat, 1 Februari 2023. Dallas dan bagian lain Texas Utara berada di bawah peringatan badai musim dingin hingga Kamis. (Smiley N. Pool/The Dallas Morning News via AP)

CFO Southwest Tom Doxey mengatakan, perusahaan melihat adanya ketidakpastian yang memicu turunnya permintaan secara tiba-tiba.

“Kecepatannya merupakan salah satu yang tercepat dalam beberapa tahun terakhir di industri ini," jelas Tom Doxey kepada Yahoo Finance.

Namun, ia juga menyampaikan bahwa situasi mulai stabil.

“Seiring tarif dan kebijakan lain mulai lebih jelas, belanja konsumen mulai menunjukkan perbaikan,” katanya, seraya berharap akan ada angin segar bagi maskapai di paruh kedua tahun ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya