Pembayaran Konsumen Meikarta Belum Beres, Menteri Ara Wanti-Wanti Ini ke Lippo

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mendesak Lippo Group segera menyelesaikan proses pembayaran konsumen Apartemen Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 23 Juli 2025, 09:30 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama dengan Vice Chairman Lippo Group James Riady di proyek Meikarta. (Dok Lippo)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mendesak Lippo Group segera menyelesaikan proses pembayaran konsumen Apartemen Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Adapun menurut laporan, Lippo Group telah menyelesaikan pembayaran ganti rugi sesuai permintaan konsumen sebanyak 40 orang, dengan masih proses pembayaran sebanyak 38 orang.

Maruarar alias Ara menyatakan, Kementerian PKP dalam posisi sebagai fasilitator dan tidak memihak siapapun. "Bagaimana hal ini bisa diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan dan musyawarah untuk mufakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/7/2025).

Menurut dia, Kementerian PKP terus menindaklanjuti pengaduan soal Meikarta melalui kanal BENAR-PKP. Ara juga menyadari bahwa masih memerlukan waktu dan proses panjang dalam penanganannya, dan meminta maaf apabila belum memuaskan semua pihak.

"Kalau ini belum memuaskan, saya minta maaf. Ini yang bisa saya lakukan sebagai Menteri. Namun progresnya jelas dan saya berusaha yang terbaik lewat kerja keras dan cari titik temu, dimana konsumen mulai pelan-pelan dibayarkan," ungkapnya.

Kementerian PKP juga telah menugaskan Dirjen Kawasan Permukiman untuk melakukan koordinasi dengan Lippo Group guna membahas mekanisme penyelesaian. Seraya meminta konsumen untuk menyerahkan kelengkapan data yang dibutuhkan.

 

2 Tahap Penyelesaian

Di Kawasan Central Park Meikarta, berbagai kegiatan seperti acara otomotif bertaraf nasional serta bazar produk UMKM terus digelar. Kegiatan ini mendorong pertumbuhan ekonomi warga.(Dok Meikarta)

Dari data pihak Lippo Group, saat ini sudah ada dua tahap penyelesaian, yakni tahap pertama ada 15 konsumen Apartemen Meikarta sudah mendapat pembayaran dari pihak Lippo Group.

Selanjutnya pada tahap kedua ini sudah ada 25 orang yang sudah dibayar dan 38 orang masih proses verifikasi pemberkasan dari pihak Lippo Group dan ditargetkan selesai pada 22 September mendatang.

Namun demikian, pihak Lippo Group enggan menyampaikan nilai pembayaran uang konsumen Apartemen Meikarta, dan hanya menyatakan jumlahnya puluhan miliar rupiah.

 

Klaim Bukan Proyek Mangkrak

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama dengan Vice Chairman Lippo Group James Riady di proyek Meikarta. (Dok Lippo) 

Adapun CEO Lippo Group James Riady menilai, Apartemen Meikarta bukan proyek mangkrak. "Ada 5.000 ha luas kawasan ini. Meikarta hanya satu bagian kecil dan tidak mangkrak," sebutnya.

"Karena apa yang terjadi dikerjakan pihak luar negeri dari China, dan kita ikut saham, tapi mereka tinggalkan Indonesia. Lippo masuk untuk menyelesaikan ini," beber James Riady.

James menjelaskan, dalam kesepakatan antara Lippo Group dan Konsumen Meikarta yang jumlahnya hampir 20.000 orang tidak ada yang dirugikan. Namun jadwal penyerahan unitnya memang mundur 2-3 tahun hingga Lippo Group menyelesaikan proses pembangunan.

"Dalam putusan pengadilan juga sudah inkracht. Apartemen Meikarta terjual hampir 19 ribu unit dan yang terbangun sebanyak 16.500 unit serta yang diserahkan ada 14.500. Yang belum diserahkan sekarang sampai akhir tahun ada sebanyak 4.000 unit," terangnya

Dirinya juga menegaskan bahwa unit yang sudah dibeli oleh konsumen Apartemen Meikarta bukan uang hilang. Bagi konsumen Apartemen Meikarta yang ingin mendapatkan ganti rugi pembayaran maka bisa menghubungi pihak Lippo Group untuk melakukan titip jual dan prosesnya memerlukan waktu sekitar 2 bulan.

"Kami komitmen untuk bertanggung jawab dan unitnya pasti tidak hilang. Kan sudah difasilitasi secara terbuka dan diketahui publik dan selama belum diselesaikan dan terjual kami tidak bikin apartemen yang baru tapi fokus," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya