Menteri PKP Tinjau Meikarta, Proyek Siap Serahkan 16.495 Unit hingga Akhir 2025

Meikarta terus menunjukkan progres penyelesaian proyek. Menteri PKP Maruarar Sirait turun langsung memantau, sekaligus memastikan hak-hak konsumen tetap menjadi prioritas utama.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 22 Juli 2025, 20:35 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama dengan Vice Chairman Lippo Group James Riady di proyek Meikarta. (Dok Lippo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal penyelesaian proyek Meikarta secara adil dan terbuka. Dalam kunjungannya pada Selasa, 22 Juli 2025, ia menyampaikan bahwa pendekatan dialog dan musyawarah menjadi pilihan utama dalam menyelesaikan persoalan antara pengembang dan konsumen.

"Hari ini saya sudah ke Meikarta, saya lihat cukup ramai, jalannya besar. Kita mencari solusi terbaik antara pengembang dan konsumen. Pendekatan musyawarah mufakat untuk penyelesaian, sebagai menteri saya pilih jalur ini. I did it my way. Kalau ini belum memuaskan, saya minta maaf, ini yang terbaik yang bisa saya lakukan. Tetap ada progresnya. Kalau ada yang pilih jalur lain, silakan. Kami berusaha seterbuka mungkin. Pak James, menurut saya, adalah pengusaha yang punya itikad baik. Apa yang jadi hak konsumen, bisa diselesaikan,” ujar Ara, sapaan akrab Maruarar, dalam keterangan tertulis, Selasa (22/7/2025).

CEO Meikarta James Riady turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri PKP dan menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan proyek ini. “Hari ini istimewa, Pak Menteri datang. Terima kasih untuk kesabaran dan dukungan dari seluruh pihak. Selama ini belum selesai, manajemen bertekad menyelesaikan. Kami tidak membuat proyek baru. Mohon pengertian, bantuan, dan dukungannya agar nilai investasi tidak negatif,” ujarnya.

 

Target Serah Terima

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama dengan Vice Chairman Lippo Group James Riady di proyek Meikarta. (Dok Lippo) 

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Meikarta dalam memastikan keberlanjutan proyek yang sebelumnya menghadapi berbagai tantangan.

Setelah sempat tertunda, penyelesaian proyek kembali dijalankan pasca keluarnya putusan homologasi permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 18 Desember 2020. Keputusan tersebut telah disahkan oleh lebih dari 1.000 kreditur melalui voting, dan memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht) dari Mahkamah Agung pada 26 Juli 2021.

Sejak saat itu, Meikarta mengambil alih tanggung jawab penuh terhadap penyelesaian proyek. Lebih dari Rp 6 triliun telah dialokasikan untuk melanjutkan konstruksi dan serah terima unit kepada konsumen.

Hingga Juni 2025, sebanyak 13.541 unit telah diserahterimakan. Selanjutnya, 3.000 unit di kawasan Meikarta West (D2) ditargetkan rampung dan diserahkan pada periode Juni hingga Desember 2025. Dengan demikian, hingga akhir tahun ini, jumlah unit yang diserahkan akan mencapai 16.495 unit, atau sekitar 90% dari total unit yang terjual.

 

Fokus Utama

Di Kawasan Central Park Meikarta, berbagai kegiatan seperti acara otomotif bertaraf nasional serta bazar produk UMKM terus digelar. Kegiatan ini mendorong pertumbuhan ekonomi warga.(Dok Meikarta)

Meikarta juga menegaskan bahwa saat ini mereka tidak membuka penjualan baru, baik untuk hunian maupun unit SOHO. Fokus utama perusahaan adalah menyelesaikan seluruh unit konsumen sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam homologasi.

Ke depan, proses serah terima akan terus dilakukan hingga seluruh hak konsumen terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya