PBB: Militer Israel Tahan 2 Pegawai WHO di Gaza

Apa alasan militer Israel menahan dua staf dari WHO?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 22 Juli 2025, 14:04 WIB
Peeperkorn menyatakan bahwa WHO telah secara terus-menerus mendesak otoritas Israel soal pentingnya mengizinkan pasokan bantuan masuk ke Gaza. (Eyad BABA/AFP)

Liputan6.com, New York City - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan militer Israel menahan dua pegawai organisasi itu di rumah mereka di Gaza.

"Militer Israel memasuki lokasi, memaksa perempuan dan anak-anak untuk mengungsi dengan berjalan kaki menuju Al-Mawasi di tengah konflik yang sedang berlangsung. Staf pria dan anggota keluarga diborgol, ditelanjangi, diinterogasi di tempat, dan diperiksa dengan todongan senjata. Dua staf WHO dan dua anggota keluarga ditahan. Tiga orang kemudian dibebaskan, sementara satu anggota staf masih ditahan," kata WHO di X.

WHO mengatakan kehadiran operasional organisasi itu di Gaza telah terganggu, dan perintah evakuasi terbaru berdampak pada beberapa lokasi WHO, dikutip dari laman Antara News, Selasa (22/7/2025).

"Sebagai badan kesehatan utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kehadiran operasional WHO di Gaza kini terganggu, melumpuhkan upaya untuk mempertahankan sistem kesehatan yang runtuh dan semakin mempersulit upaya bertahan hidup bagi lebih dari dua juta orang," tegas organisasi tersebut.

Pada Senin (21/7), menteri luar negeri 25 negara, sebagian besar dari Eropa, menandatangani pernyataan yang menyerukan untuk segera mengakhiri perang di Gaza, dan dimulainya kembali pengiriman bantuan kemanusiaan penuh ke wilayah kantong Palestina.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya