PKB: Welcome To The Jungle Pak Jokowi, Jadi Dewan Pembina PSI

Waketum PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menyambung hangat kabar Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 21 Juli 2025, 15:05 WIB
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di momen Hari Pers Nasional 2025. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau Waketum PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menyambung hangat kabar Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Apalagi sekarang Pak Jokowi sudah masuk di ranah partai politik, ya kita kan welcome to the jungle untuk Pak Presiden, pak mantan Presiden Pak Jokowi masuk di partai politik, sekarang jadi ketua Dewan Pembina ya, jadi Ketua Dewan Pembina," ujar Cucun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/7/2025).

Cucun juga menyambut hangat pertemuan antara Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto di sela acara kongres PSI.

"Sangat mengapresiasi sekali pertemuan tokoh bangsa terus para pimpinan partai politik," kata dia.

"Jadi pertemuan-pertemuan tokoh bangsa itu sangat diperlukan untuk mendorong bagaimana kondusifitas, kemudian juga kemajuan perekonomian di Republik ini yang negara-negara lain sekarang lagi menghadapi kesulitan yang cukup luar biasa," pungkas Cucun.

Sebelumnya, menjelang penutupan hari pertama Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Solo, Jawa Tengah, Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi memberikan pernyataan yang mengejutkan publik.

Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan dukungan penuh terhadap PSI dan menegaskan kesiapannya untuk bekerja keras membantu partai tersebut.

"Gajah ini adalah lambang ilmu pengetahuan. Anggotanya, kadernya adalah kader-kader yang cerdas, anggota-anggota yang cerdas. Gajah juga melambangkan kebijakan. Gajah itu kuat dan besar. Oleh sebab itu, saya akan full mendukung PSI. Oleh sebab itu, saya akan bekerja keras untuk PSI," kata Jokowi di Graha Saba Buana, Solo, Sabtu 19 Juli 2025.

 

Disambut Antusias

Sejumlah pengurus DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menemui Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, di rumah pribadinya. (Liputan6.com/Fajar Abrori)

Pernyataan itu langsung disambut antusias para peserta kongres. Ketua Umum PSI terpilih Kaesang Pangarep bersama jajaran petinggi partai dan peserta kongres berdiri dan mengangkat tangan, memberi tepuk tangan meriah atas komitmen yang disampaikan Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memperkirakan bahwa PSI bisa mengalami lonjakan suara signifikan pada Pemilu 2029. Ia menyatakan bahwa keberhasilan itu bisa tercapai jika para kader menyiapkan strategi dan struktur partai dengan serius.

"Sekarang, sudah ada 181 anggota DPRD, baik provinsi, kabupaten, maupun kota. Itungan saya di 2029 mungkin bisa 3 kali lipat," jelas Jokowi.

Sebelumnya, ribuan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengantre untuk masuk ke Auditorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mereka kompak mengenakan kaos berwarna putih dengan logo gajah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kader mulai memadati lobby auditorium sejak pukul 14.00 WIB. Secara bergantian para kader masuk usai dilakukan pemeriksaan.

Selain kader, deretan tokoh nasional hingga Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam agenda penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Penutupan kongres diselenggarakan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan penutupan Kongres secara maksimal. Rencananya, Presiden Prabowo bakal menyampaikan pesan kebangsaan pada pukul 19.00 WIB.

"Tadi sudah ada protokol istana yang datang ya, melihat run down kita sesuai dengan standar yang biasa dilakukan presiden. Jadi insyaAllah sekali lagi kami berharap berdoa supaya acara malam nanti berjalan dengan baik," katanya di Auditorium UMS, Solo, Jawa Tengah, Minggu 20 Juli 2025.

"InsyaAllah kalau enggak ada halangan kalau beliau (Prabowo) tidak ada kesibukan ada tugas-tugas negara lain yang lebih penting, insyaAllah beliau (Prabowo) akan hadir bersama menutup secara resmi kongres PSI 2025," jelas Raja Juli Antoni.

 

Prabowo: PSI Harus Menghasilkan Tokoh-Tokoh Pejuang Politik

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam penutupan Kongres PSI di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Minggu malam (20/7/2025). (Liputan6.com/Fajar Abrori)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan agar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) harus mampu mencetak figur-figur yang tidak sekadar menjadi politisi, melainkan juga pejuang politik.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Kongres PSI yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Jawa Tengah, pada Minggu malam 20 Juli 2025.

"PSI harus menghasilkan tokoh-tokoh pejuang. Saya katakan di Gerindra kita partai politik, saudara boleh cita-citamu menjadi politisi tetapi lebih mulia, lebih hebat, lebih gagah kalau saudara lebih dari politisi, tetapi saudara menjadi pejuang politik," ujar Prabowo, seperti dikutip dari Antara, Senin 21 Juli 2025.

Dia menekankan pentingnya menjadikan politik sebagai sarana perjuangan untuk membela keadilan, kebenaran, dan kejujuran.

Menurutnya, seorang pejuang politik adalah mereka yang berdiri bersama kaum lemah, membela hak-hak masyarakat miskin, serta berpihak kepada mereka yang tertindas.

 

Karakter Kader PSI

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (Liputan6.com/Fajar Abrori)

Prabowo mengatakan kemenangan atau kekalahan dalam politik bukanlah hal utama, melainkan keberanian untuk tetap berada di jalan yang benar.

"Menang dan kalah urusan belakang, tetapi kalau kau berada di jalan yang benar Insya Allah saudara akan dicintai dan saudara akan didukung, karena rakyat kita memerlukan pejuang-pejuang politik yang membela rakyat bukan yang membela ketidakadilan," ucap Kepala Negara.

Lebih lanjut Prabowo juga menyinggung karakter PSI yang beranggotakan banyak anak muda dan memiliki semangat melakukan terobosan dalam dunia politik.

Prabowo menyebut keberanian PSI dalam menggunakan teknologi-teknologi baru merupakan hal positif yang mencerminkan adaptasi terhadap perubahan zaman.

Namun, Kepala Negara mengingatkan bahwa rakyat Indonesia pada masa kini berbeda dengan era sebelumnya. Masyarakat saat ini dinilai lebih cerdas dan melek teknologi, serta memiliki kemampuan untuk menilai secara kritis siapa pemimpin yang benar-benar berpihak kepada rakyat.

"Rakyat Indonesia sekarang pandai-pandai, rakyat Indonesia punya gawai semua, rakyat Indonesia itu menangkap siapa pemimpin yang benar dan siapa pemimpin yang tidak benar," pungkas Prabowo.

Infografis Kaesang Pangarep Jadi Ketum PSI. (Liputan6.com/Abdillah

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya