Liputan6.com, Jakarta - Serikat Pekerja XL SMART (SP XLSMART) menerima kunjungan Direktur ICTS UNI Apro Asia Pasifik, Fumiko Kimura, di XL SMART Tower, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat kolaborasi antaranggota afiliasi sekaligus membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap pekerja di sektor telekomunikasi.
Acara dibuka oleh Director & Chief People Officer XL SMART, Jeremiah Ratadhi, yang menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja menghadapi transformasi digital, termasuk perkembangan AI dan jaringan 5G.
Advertisement
"AI memang dirancang untuk meniru otak manusia, tapi tidak ada teknologi yang bisa menggantikan intuisi dan perasaan manusia. Namun, pekerja yang tidak mampu menggunakan AI akan digantikan oleh mereka yang bisa menggunakan AI," ujar Jeremiah.
Diskusi turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari dunia serikat pekerja, di antaranya Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia Tri Asmolo Aripan, Ketua Umum SP XLSMART yang juga Wakil Presiden ASPEK Indonesia Bro Mustakim, serta Bro Ahmad Henry Machsuni, Sekretaris Jenderal SP XLSMART dan Ketua Sektor ICT ASPEK Indonesia.
Dalam diskusi, Fumiko Kimura menekankan pentingnya solidaritas antar serikat pekerja dalam merespons transformasi digital yang tengah berlangsung.
"Serikat pekerja harus menjadi kekuatan penggerak dalam memastikan transformasi digital tidak meninggalkan siapa pun di belakang. Kita harus siap secara teknologi dan kuat secara solidaritas," tutur Fumiko.
Penguatan Gerakan Pekerja di Berbagai Level
Ketua Umum SP XLSMART, Mustakim, menyambut positif kunjungan tersebut sebagai bentuk penguatan gerakan pekerja di level regional dan global.
"Kunjungan Fumiko Kimura hari ini sangat berarti bagi kami. Pertama bahwa sebagai serikat pekerja, kita bersama dan bergabung tidak hanya dalam komunitas nasional, namun juga kawasan (Asia Pasifik) bahkan global," ucap Mustakim.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara tenaga kerja dan perusahaan. Mustakim mengatakan, industri adalah bergabungnya kekuatan modal dan manusia, karena itu dia berharap sinergitas antara modal dengan manusia (karyawan) akan menghasilkan hubungan industrial yang harmonis, mempercepat tercapainya cita-cita bersama.
"Tentunya kesejahteraan bagi karyawan dan kesinambungan serta pertumbuhan bagi perusahaan,” imbuhnya.