Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Gereja Katolik di Gaza, Desak DK PBB Bertindak

Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Israel ke satu-satunya gereja Katolik di Gaza.

oleh Benedikta Miranti T.VDiperbarui 18 Juli 2025, 16:05 WIB
Gereja Keluarga Kudus itu menjadi sasaran serangan militer Israel. Kompleks gereja dikabarkan hancur. Diketahui, gereja tersebut menjadi lokasi perlindungan ratusan warga Palestina dari perang Hamas-Israel selama 21 bulan terakhir. (Omar AL-QATTAA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) mengeluarkan kecaman keras atas serangan yang terjadi pada Kamis (17/7/2025) terhadap Gereja Keluarga Kudus di Gaza, satu-satunya gereja Katolik di wilayah tersebut. Insiden itu menyebabkan sejumlah warga sipil terluka, termasuk pastor paroki, Romo Gabriel Romanelli.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan di platform X (sebelumnya Twitter), Indonesia menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap Hukum Humaniter Internasional dan prinsip kemanusiaan.

"Indonesia mengutuk serangan terhadap Gereja Keluarga Kudus di Gaza, satu-satunya Gereja Katolik di Gaza, yang menimbulkan korban jiwa rakyat sipil yang tidak bersalah (17/07).

Serangan ini mencerminkan pengabaian sepenuhnya Hukum Humaniter Internasional dan kemanusiaan serta kesucian tempat beribadah.

Hal ini semakin menunjukkan tidak adanya komitmen Israel dalam memenuhi kewajiban hukumnya sebagai Kuasa Pendudukan, apalagi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan.

Situs keagamaan, fasilitas medis dan fasilitas sipil lainnya tidak boleh menjadi target dan dilindungi hukum internasional.

Indonesia mendesak komunitas internasional, terutama DK PBB, untuk mengambil langkah nyata untuk menekan Israel untuk menghentikan semua kekerasan dan kembali ke negosiasi gencatan senjata di bawah Solusi Dua Negara."

Kecaman Indonesia ini mencerminkan kekhawatiran mendalam atas memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza, terutama ketika tempat ibadah dan fasilitas sipil ikut menjadi sasaran konflik bersenjata.

Desak DK PBB Bertindak

Patriarkat Latin Yerusalem, yang memiliki yurisdiksi atas umat Katolik ritus Latin di Gaza, mengatakan bahwa Gereja Keluarga Kudus diserang oleh Israel pada Kamis 17 Juli 2025 pagi waktu setempat. (Omar AL-QATTAA/AFP)

Serangan yang terjadi Kamis (17/7/2025) pagi itu dilaporkan melukai sejumlah orang, termasuk imam gereja.

Seruan Indonesia kepada Dewan Keamanan PBB agar mengambil langkah nyata dinilai sebagai dorongan agar komunitas internasional tidak tinggal diam dalam menghadapi eskalasi kekerasan yang terus menimbulkan korban sipil, termasuk di tempat-tempat yang seharusnya dilindungi oleh hukum internasional.

Pemerintah Indonesia menegaskan kembali komitmennya terhadap upaya perdamaian di Timur Tengah, melalui solusi dua negara yang selama ini menjadi prinsip dasar diplomasi Indonesia di kawasan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya