Liputan6.com, Paris - Sebuah insiden pelarian narapidana yang tak biasa terjadi di Penjara Corbas dekat Lyon, Prancis.
Seorang tahanan berhasil kabur dengan cara menyelinap ke dalam tas milik teman satu selnya yang sedang dibebaskan setelah menjalani masa hukuman.
Advertisement
Peristiwa ini dikonfirmasi oleh Sébastien Cauwel, Direktur Administrasi Penjara Prancis, kepada media lokal pada Minggu (13/7/2025). Ia menyebutkan bahwa petugas penjara baru menyadari adanya pelarian pada Sabtu pagi.
"Ini adalah kejadian yang sangat langka dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah administrasi kami. Jelas ada serangkaian kesalahan serius yang terjadi," ujar Cauwel kepada CNN affiliate BFMTV, seperti mengutip CNN, Selasa (15/7).
Menurutnya, pelarian ini dimungkinkan oleh "akumulasi kesalahan" yang tengah diselidiki lebih lanjut. Ia juga menyoroti kondisi penjara Corbas yang kelebihan kapasitas, dengan tingkat hunian mencapai sekitar 170 persen.
"Hal ini membuat kondisi kerja petugas kami menjadi jauh lebih sulit," tambahnya.
Identitas narapidana yang kabur belum dipublikasikan secara resmi, namun menurut layanan penjara Prancis, ia tengah menjalani beberapa hukuman dan sedang diselidiki dalam kasus terkait kejahatan terorganisir.
Kejadian ini kembali mengungkap celah dalam sistem pengamanan penjara di Prancis, yang sebelumnya juga menjadi sorotan publik. Tahun lalu, seorang tahanan bernama Mohamed Amra alias "The Fly" melarikan diri setelah konvoi penjara yang mengangkutnya disergap kelompok bersenjata. Ia akhirnya ditangkap kembali di Rumania pada Februari 2025.
Otoritas Prancis kini tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden terbaru ini dan mempertimbangkan evaluasi sistem keamanan di fasilitas pemasyarakatan yang mengalami overkapasitas.