Proyeksi Awal Pekan, Harga emas Bisa Tembus USD 3.443

Outlook jangka pendek harga emas masih positif. Emas tetap dilirik sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global yang tinggi. Berikut analisisinya.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 14 Juli 2025, 10:30 WIB
Harga emas dunia berpotensi menembus level USD 3.376 per troy ounce. Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia ditutup pada level USD 3.357 per troy ounce pada akhir pekan lalu. Mengawali pekan ini, harga emas diprediksi akan melanjutkan penguatan. Namun, analis mengingatkan bahwa ada potensi koreksi.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, jika momentum penguatan tetap terjaga, harga emas dunia berpotensi menembus level USD 3.376 per troy ounce. Lebih jauh, jika level tersebut tertembus, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju level USD 3.443 per troy ounce.

"Kalau saya lihat daily bahwa harga emas ini masih terus akan mengalami penguatan. Kalau seandainya menguat di hari Senin, kemungkinan besar akan tembus di level USD 3.376. Kalau seandainya itu terkena, kemungkinan besar akan kembali naik di level USD 3.443," kata Ibrahim kepada Liputan6.com, Senin (14/7/2025).

Namun Ibrahim juga mengingatkan bahwa pergerakan harga tetap memiliki risiko koreksi. Jika tekanan jual meningkat, harga bisa turun ke kisaran USD 3.340 hingga USD 3.335.

"Kalau seandainya turun, itu pun juga turunnya kemungkinan ke USD 3.335. Dan kalau seandainya masih bisa turun itu di USD 3.340," ujarnya.

Meski demikian, outlook jangka pendek harga emas masih positif. Emas tetap dilirik sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global yang tinggi.

Para investor cenderung memilih logam mulia sebagai lindung nilai atas volatilitas geopolitik dan ekonomi.

 

Tarif Impor Trump dan Perang Dagang Baru

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Salah satu faktor utama yang mendukung penguatan harga emas adalah meningkatnya tensi perang dagang global. Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan akan menaikkan tarif impor terhadap Kanada menjadi 35% mulai 1 Agustus 2025, naik dari sebelumnya 25%. Kebijakan ini disebut-sebut mengejutkan para pejabat Kanada.

Langkah Trump itu dinilai akan memicu reaksi balasan dari negara mitra dagang lainnya. Jepang dan negara-negara Eropa dikabarkan tengah memantau dengan cermat apakah mereka juga akan dikenai tarif serupa. Ketidakpastian ini menambah kekhawatiran pasar global.

"Ini yang membuat Harga Emas kemungkinan besar mengalami kenaikan walaupun baru berlaku adalah di 1 Agustus," ujarnya.

 

Sinyal The Fed Longgar dan Krisis Timur Tengah Dorong Harga

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Selain perang dagang, Ibrahim juga menyoroti faktor kebijakan moneter AS yang mulai menunjukkan pelonggaran. Ada kemungkinan besar The Fed akan menurunkan suku bunga satu hingga dua kali pada semester kedua 2025.

Hal ini didorong oleh data ekonomi yang membaik, seperti penurunan klaim pengangguran dan inflasi yang stabil. Prospek pelonggaran kebijakan moneter biasanya berdampak positif terhadap harga emas.

Faktor lainnya yang memperkuat harga emas adalah konflik geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza masih terus memanas, meskipun Trump menyatakan akan segera tercapai kesepakatan genjatan senjata. Namun, kenyataannya Israel tetap melancarkan serangan ke wilayah Gaza.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya