Ringkasan Final CWC 2025: Ditunda 8 Menit, President Trump, Cole Palmer Menggila, dan Chelsea Kantongi Rp2,5 Triliun

Chelsea menundukkan PSG 3-0 di final Club World Cup. Cole Palmer mencetak dua gol, Enzo Maresca raih trofi keduanya, dan insiden pascalaga mewarnai kemenangan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 14 Juli 2025, 06:26 WIB
Presiden Donald Trump (kanan) menyerahkan trofi Bola Emas kepada pemain Chelsea, Cole Palmer, usai final Piala Dunia Antarklub antara Chelsea dan PSG di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Senin, 14 Juli 2025. (Foto: AP/Jacquelyn Martin)

Liputan6.com, Jakarta Chelsea mengukir sejarah dengan menaklukkan PSG 3-0 di final Piala Dunia Antarklub yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey. Kemenangan ini tak hanya menjadi gelar dunia pertama bagi Enzo Maresca, tapi juga validasi proyek muda The Blues.

Laga ini sempat tertunda delapan menit karena upacara pembukaan, termasuk flyover militer dan kehadiran Presiden Trump. Namun saat sepak mula dimulai, Chelsea langsung tancap gas dan menuntaskan pertandingan hanya dalam 45 menit pertama.

Cole Palmer, yang sempat tampil menurun di paruh kedua musim, kembali menunjukkan maginya. Dua gol dan satu assist dari sang playmaker membawa Chelsea ke puncak dunia dan meninggalkan PSG tanpa jawaban.


Chelsea Buktikan Dominasi di Babak Pertama

Pelatih PSG, Luis Enrique, terlibat keributan pada laga final Piala Dunia Antarklub 2025 di MetLife Stadium, New Jersey, AS, Senin (14/7/2025) dini hari WIB. (AFP/Juan Mabromata)

Chelsea tampil luar biasa di babak pertama, dengan serangan balik cepat dan pressing tinggi yang merusak ritme PSG. Palmer mencetak gol pertamanya dengan penyelesaian presisi dari luar kotak penalti setelah pergerakan tim yang rapi.

Tak lama berselang, Palmer kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, ia memotong dari sisi kanan, melakukan gerakan mengecoh, dan menempatkan bola ke sudut bawah gawang. Donnarumma tak mampu menepis tembakan akurat itu.

Gol ketiga datang melalui kerja sama cepat yang ditutup oleh Joao Pedro. Pemain baru Chelsea itu menyambut umpan Palmer dengan tenang, menuntaskan babak pertama dengan skor 3-0. PSG, yang hanya dua kali kebobolan tiga gol sepanjang musim, dibuat tak berdaya.


Enzo Maresca Menjawab Kritik dengan Trofi

Selebrasi skuad Chelsea usai mengalahkan PSG di final Piala Dunia Antarklub 2025, Senin (14/7/2025). (AP Photo/Adam Hunger)

Kemenangan ini menjadi momen pembuktian bagi Enzo Maresca. Pelatih yang sempat diragukan karena pendekatan bermain dari belakang ini justru menunjukkan fleksibilitas taktiknya. Di final, ia memilih pendekatan langsung dan memanfaatkan kelemahan PSG lewat umpan panjang dan pressing agresif.

Maresca kini menutup musim pertamanya dengan dua trofi: UEFA Europa Conference League dan Club World Cup. Chelsea juga mengamankan tiket Liga Champions musim depan, sebuah pencapaian besar untuk skuad yang mayoritas diisi pemain muda.

Meski belum bisa diklaim sebagai tim terbaik di dunia atau Inggris, Chelsea menunjukkan bahwa fondasi tim ini kuat. Dengan Palmer sebagai motor serangan dan talenta muda lainnya terus berkembang, musim depan menjanjikan lebih banyak hal.

Lanjut Baca:

Kemenangan Chelsea diwarnai insiden usai laga. Luis Enrique, pelatih PSG, terekam kamera mendorong Joao Pedro dalam keributan yang juga melibatkan Donnarumma, Hakimi, dan Andrey Santos. Pedro sempat jatuh ke lapangan sebelum situasi diredam oleh staf kedua tim. Emosi PSG sudah memuncak sejak kartu merah Joao Neves akibat menarik rambut Cucurella di menit ke-83. Kekalahan menyakitkan ini membuat PSG kehilangan ketenangan dan mengakhiri pertandingan dengan rasa frustrasi. Meski demikian, para pemain Chelsea tetap melanjutkan perayaan mereka bersama suporter. Momen itu menjadi kontras yang mencolok antara euforia kemenangan dan kekacauan di kubu lawan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya