Liputan6.com, Jakarta - Kolaborasi antara raksasa otomotif China, SAIC, dan Huawei melalui aliansi Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) akhirnya memperkenalkan merek otomotif baru bernama Shangjie. Model perdananya dijadwalkan meluncur resmi pada musim gugur 2025, dengan fitur unggulan berupa teknologi berkendara pintar dan kokpit digital canggih.
Huawei melalui petingginya, Richard Yu, mengumumkan kehadiran Shangjie di media sosial. Ia menyebut mobil ini akan membawa pengalaman "mengemudi cerdas yang luar biasa, dengan cahaya biru", mengacu pada kehadiran sistem bantuan mengemudi berbasis LiDAR yang dipasang di atap.
Advertisement
Desain Futuristik, Tapi Tetap Pakai Handle Pintu Tradisional
Dari gambar teaser yang dirilis, mobil pertama Shangjie tampak masih tertutup kamuflase tebal. Namun, beberapa ciri desain terlihat, seperti fascia depan tertutup khas mobil listrik, lampu depan model menyambung (through-type), dan gril bawah dengan aksen palang hitam.
Di bagian belakang, desain lampu rem juga dirancang senada dengan bagian depan, menciptakan tampilan minimalis nan modern.
Menariknya, mobil ini tetap menggunakan handle pintu konvensional, bukan model flush yang biasanya jadi tren mobil listrik masa kini. Langkah ini cukup mengejutkan karena berbeda dari dugaan awal.
Andalan di Fitur Berkendara Cerdas
Yang jadi sorotan utama adalah teknologi mengemudi pintarnya. Shangjie dibekali sensor LiDAR di atap yang diduga merupakan buatan Huawei sendiri, dengan kemampuan 192 garis pemindaian.
Fitur ini didukung radar 4D gelombang milimeter terbaru dari Huawei, memberi mobil kemampuan navigasi semi otonom yang canggih. Lampu biru yang disebut Yu kemungkinan akan menjadi penanda visual saat fitur mengemudi pintar aktif, terpasang di depan dan belakang kendaraan.
Namun, menurut laporan media lokal seperti Mydrivers, teknologi ini kemungkinan tidak tersedia di semua varian. Unit LiDAR dan radar canggih disebut hanya hadir di varian tertinggi, sementara tipe menengah dan bawah akan mengandalkan sistem berbasis kamera, yang dikenal sebagai vision-centric ADS SE.
Dibekali Kokpit HarmonyOS ala Huawei
Seperti mobil-mobil lain di bawah naungan HIMA, mobil Shangjie akan dilengkapi sistem kokpit cerdas berbasis HarmonyOS. Fitur ini memungkinkan interaksi multi-layar, asisten suara berbasis AI, hingga konektivitas langsung dengan perangkat rumah pintar pengguna.
Harga dan Perkiraan Pasar
Meski belum diumumkan secara resmi, Shangjie diperkirakan akan dibanderol di rentang 150.000 hingga 250.000 yuan (sekitar Rp33 juta hingga Rp57 juta), menyasar pasar mobil listrik kelas menengah.
Jika masuk Indonesia, kisaran harga ini bisa menyaingi SUV listrik dari merek-merek seperti BYD.
Peluncuran resminya direncanakan berlangsung musim gugur ini. Informasi lebih lanjut termasuk spesifikasi lengkap dan harga resmi diharapkan diumumkan dalam waktu dekat.