Top 3 Islami: Jadwal dan Lafal Niat Puasa Ayyamul Bidh Muharram 9-11 Juli 2025, Kenapa Iran Syiah?

Artikel mengenai lafal niat puasa Ayyamul Bidh Muharram, 9-11 Juli 2025 beserta penjelasan keutamaannya menjadi artikel terpopuler di kanal Islami Liputan6.com, Rabu (9/7/2025)

oleh Muhamad RidloNanik RatnawatiDiterbitkan 10 Juli 2025, 06:30 WIB
Ilustrasi Masjid Credit: unsplash.com/Mala

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal dan ibadah pada bulan-bulan yang dimuliakan. Salah satunya Muharram. Pahala amal dan ibadah di bulan Haram dilipatgandakan. 

Salah satunya adalah puasa sunnah Ayyamul Bidh di bulan Muharram yang bertepatan pada Juli 2025. Ayyamul Bidh yang berarti hari-hari cerah dilaksanakan pada 13-15 tiap bulan, di luar Ramadhan.

Artikel mengenai lafal niat puasa Ayyamul Bidh Muharram, 9-11 Juli 2025 beserta penjelasan keutamaannya menjadi artikel terpopuler di kanal Islami Liputan6.com, Rabu (9/7/2025).

Artikel kedua yang juga menyita perhatian adalah ulasan mengenai arti mabruk alfa mabruk, ucapan selamat penuh doa dan harapan.

Sementara, artikel ketiga terpopuler yaitu fakta mengejutkan kenapa Iran bermadzhab Syiah, yang dijelaskan Gus Baha.

Selengkapnya, mari simak Top 3 Islami.

 

Simak Video Pilihan Ini:

1. Mulai Hari Ini, Lafal Niat Puasa Ayyamul Bidh Muharram 9-11 Juli 2025 dan Keutamaannya

Pria Muslim membaca Al-qur'an pada hari pertama Ramadhan di Masjid Al-Kabir di ibu kota Yaman, Sanaa, 2 April 2022. Pemberontak Huthi yang didukung Iran dan koalisi pimpinan Saudi sepakat untuk mematuhi gencatan senjata dua bulan, yang mulai berlaku pada hari pertama puasa. (MOHAMMED HUWAIS/AFP)

Salah satu puasa sunnah yang dapat muslim temukan setiap bulan Hijriah -kecuali Ramadhan- adalah puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15. Namun, ada pengecualian untuk 13 Dzulhijjah karena masih hari Tasyrik yang diharamkan berpuasa.

Puasa Ayyamul Bidh adalah ibadah sunnah. Artinya, muslim yang mengamalkan ibadah tersebut akan mendapatkan pahala dan bila ditinggalkan pun tidak menjadi dosa.

Kesunnahan puasa Ayyamul Bidh didasarkan pada anjuran dari Rasulullah SAW yang disebutkan dalam hadis nabi. Misalnya, hadis dari Ibnu Milhan Al Qoisy, ia dari ayahnya berkata sebagai berikut.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah). Dan beliau bersabda, ‘Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun’.” (HR Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini shahih)

Menurut kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag), puasa Ayyamul Bidh Muharram 1447 H bertepatan pada 9-11 Juli 2025. Sebagai panduan, berikut Liputan6.com bagikan lafal niat puasa Ayyamul Bidh hari ini dan keutamaannya. 

Selengkapnya baca di sini

2. Mabruk Alfa Mabruk Artinya, Ucapan Selamat Penuh Doa dan Harapan

arti mabruk alfa mabruk ©Ilustrasi dibuat AI

Dalam budaya Arab, ucapan selamat sering disampaikan dengan kalimat mabruk alfa mabruk artinya "seribu kali selamat." Ungkapan ini menunjukkan rasa gembira dan doa atas pencapaian seseorang.

Mabruk alfa mabruk artinya bukan sekadar selamat, tetapi juga harapan agar kebahagiaan yang dirasakan penuh berkah dan terus berlanjut. Kalimat ini biasa diucapkan dalam momen spesial seperti pernikahan atau kelulusan.

Dengan mengucapkan mabruk alfa mabruk artinya kita tidak hanya memberi selamat, tapi juga menyisipkan doa kebaikan. Ungkapan ini mempererat hubungan dan menunjukkan kepedulian dalam kebahagiaan orang lain.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang arti Mabrul Alfa Mabruk artinya, Rabu (9/7/2025).

Selengkapnya baca di sini

3. Fakta Mengejutkan Kenapa Iran Bermazhab Syiah, Gus Baha Ungkap Risalahnya

Umat Syiah mengenakan masker saat memperingati Hari Asyura di Teheran, Iran, Minggu (30/8/2020). Ritual untuk memperingati wafatnya Imam Hussein tersebut digelar dengan menerapkan jarak sosial dan mewajibkan penggunaan masker. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, dalam sebuah kesempatan ceramahnya membahas tentang latar belakang Iran yang kini bermazhab Syiah.

Dalam penjelasannya, Gus Baha mengungkapkan perjalanan panjang sejarah dan kompleksitas politik serta agama telah membentuk Iran menjadi negara dengan mayoritas penduduk bermazhab Syiah.

Murid Mbah Moen ini mengisahkan bagaimana Syiah berkembang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas negara Iran.

Sebagaimana kita ketahui, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga bermazhab Syiah. Namanya menjadi sorotan ketika perang Iran dan Israel pecah.

Berikut ini ulasan Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3iA tentan latar belakang Iran menjadi salah satu negara yang beraliran Syiah.

Selengkapnya baca di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya