Liputan6.com, Beijing - Selama 12 tahun terakhir, seorang ayah di Tiongkok tak henti-hentinya menggendong putranya yang menyandang disabilitas ke sekolah setiap hari. Kisah pengorbanan dan cintanya ini kini mengharukan jutaan orang di seluruh negeri.
Putranya, Chuan Zhuyu, baru saja lulus dari sebuah SMA di Tengchong, provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. Dalam ujian masuk universitas yang dikenal sebagai gaokao, Chuan meraih skor mengesankan: 624 dari total 750. Hasil ini menjadi kabar lega bagi sang ayah yang telah mendedikasikan hidupnya demi pendidikan putranya.
Advertisement
“Nilai anak saya di gaokao sesuai dengan hasil ujiannya selama ini. Dia senang, saya juga puas,” ujar sang ayah dalam laporan The Cover, meski namanya tidak disebutkan, dikutip dari laman SCMP, Selasa (8/7/2025).
Chuan diketahui mengidap kelainan neuromuskular bawaan, miastenia kongenital. Sejak Chuan kecil, sang ayah yang bekerja sebagai petani sayur selalu menggendongnya ke sekolah. Rutinitasnya sungguh luar biasa: bangun dini hari untuk berjualan di pasar, pulang beberapa jam kemudian, lalu mengantar Chuan ke sekolah sebelum pukul 8 pagi.
Tak hanya itu, setiap siang ia menjemput Chuan pulang untuk makan siang, lalu mengantarnya kembali ke sekolah, dan menjemput lagi saat pelajaran usai. Guru Chuan, Li Qiuyan, mengungkapkan, sang ayah bahkan menolak bantuan siswa lain dan memilih menggendong anaknya sendiri naik ke kelas.
“Dia bolak-balik ke sekolah empat kali sehari. Semua guru dan siswa kagum pada pengabdian ayah Chuan. Dia sungguh luar biasa,” kata Li.
Merawat Sendirian
Meski pihak sekolah pernah menawarkan pekerjaan sekaligus tempat tinggal bagi sang ayah agar lebih dekat dengan putranya, ia menolak, lantaran masih harus merawat kebun sayurnya. Chuan sendiri dikenal tak suka merepotkan orang lain.
Dedikasi sang ayah terbayar. Nilai gaokao Chuan menjadi yang tertinggi di antara semua siswa sains di sekolahnya. Meski belum menentukan universitas tujuan, Chuan berencana mengambil jurusan ilmu komputer.
“Ke mana pun dia pergi kuliah, saya akan ikut. Selama dia belajar, saya akan selalu mendampingi,” ucap sang ayah penuh haru.
Kisah keduanya pun menuai pujian luas di media sosial. “Salut untuk ayah yang hebat dan anak yang rajin ini!” tulis salah satu warganet, mewakili rasa kagum banyak orang atas cinta tanpa syarat dan semangat yang tak pernah padam.