Nvidia dan Apple Geser Exxon, Era Baru Raksasa Pasar Saham Dunia

Perusahaan teknologi tidak hanya menyalip kapitalisasi pasar, tetapi juga mampu mempertahankannya jauh di atas rata-rata perusahaan lama.

oleh Tira SantiaDiperbarui 08 Juli 2025, 06:16 WIB
Markas Nvidia di Santa Clara, California. Justin Sullivan/Getty Images/AFP

Liputan6.com, Jakarta - Pergeseran besar terjadi di dunia pasar saham global. Jika dulu perusahaan raksasa seperti ExxonMobil, Chevron, General Electric, dan AT&T mendominasi indeks S&P 500, kini posisinya telah digantikan oleh raksasa teknologi seperti Nvidia, Microsoft, dan Amazon.

Chief Investment Officer Bank DBS, Hou Wey Fook, menyoroti perubahan ini sebagai bukti nyata evolusi ekonomi dunia. Perusahaan teknologi tidak hanya menyalip kapitalisasi pasar, tetapi juga mampu mempertahankannya jauh di atas rata-rata perusahaan lama.

"Kami juga mengamati bahwa perusahaan-perusahaan tersebut cenderung tidak bertahan lama di puncak klasemen. Namun berbeda dengan masa lalu, perusahaan-perusahaan terbesar saat ini seperti Nvidia, Microsoft, dan Amazon memiliki kapitalisasi pasar sekitar 6% dari indeks S&P," kata dalam media briefing DBS Chief Investment Officer (CIO) Insights 2H25, Senin (7/7/2025).

Menurutnya, faktor utama yang membedakan adalah model bisnis. Perusahaan teknologi besar saat ini mengadopsi pendekatan asset-light, memungkinkan mereka berkembang pesat tanpa belanja modal besar seperti industri energi atau manufaktur.

"Alasannya adalah karena perusahaan-perusahaan ini memiliki model bisnis yang kami sebut sebagai asset-light, artinya mereka bisa berkembang tanpa perlu belanja modal (capex) besar, tidak seperti perusahaan industri dan energi di masa lalu, sehingga mampu mempertahankan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) yang tinggi," jelasnya.

 

Model Bisnis

Ilustrasi Nvidia (Foto: Mizter_X94/Pixabay)

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa model bisnis asset-light membuat perusahaan teknologi lebih fleksibel dalam menumbuhkan skala bisnisnya.

Tidak seperti perusahaan minyak yang membutuhkan miliaran dolar untuk eksplorasi dan infrastruktur, perusahaan teknologi seperti Nvidia dan Apple bisa tumbuh tanpa pengeluaran modal besar.

Hal ini memungkinkan mereka mempertahankan Return on Equity (ROE) yang tinggi secara konsisten. Dalam jangka panjang, kemampuan mempertahankan profitabilitas menjadi kekuatan utama dalam menjaga posisi di puncak pasar saham.

 

Perusahaan Price Maker

Wey Fook mencontohkan, perusahaan minyak harus terus berinvestasi besar agar tetap relevan. Tapi bagi Apple, cukup dengan inovasi produk dan pemanfaatan hak kekayaan intelektual, margin tetap bisa dijaga tinggi.

“Ini adalah alasan utama kenapa perusahaan seperti Apple dan Nvidia disebut price maker. Mereka punya kendali penuh atas harga dan margin bisnisnya,” jelasnya.

Nvidia menjadi sorotan utama karena bukan hanya sukses sebagai pemimpin industri chip, tetapi juga mampu mencetak margin kotor hingga 78%. Angka ini jauh di atas industri pada umumnya, berkat kepemilikan desain AI yang eksklusif dan tidak mudah ditiru.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya