Asing Lepas 10 Saham Ini di Tengah Koreksi IHSG

Berikut 10 saham yang dilepas investor asing saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis pada Kamis, 3 Juli 2025.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 04 Juli 2025, 10:30 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Kamis sore seiring pelaku pasar mencermati sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Federal Reserve (The Fed).

Pada Kamis, 3 Juli 2025 IHSG ditutup melemah 3,19 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.878,05. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,63 poin atau 0,08 persen ke posisi 765,59.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.036.540 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,50 miliar lembar saham senilai Rp8,00 triliun. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing lepas saham Rp 31,31 miliar.

Melansir data stockbit, tercatat aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 2,54 triliun di pasar reguler. Dengan demikian, aksi jual saham oleh investor asing sepanjang 2025 mencapai Rp 55,49 triliun.

Berikut 10 saham yang dilepas investor asing pada Kamis, 3 Juli 2025 berdasarkan data stockbit:

1.   PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan net foreign sell Rp106,39 miliar

2.   PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mencatatkan net foreign sell Rp25,09 miliar

3.   PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mencatatkan net foreign sell Rp19,22 miliar

4.   PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) mencatatkan net foreign sell Rp17,17 miliar

5.   PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mencatatkan net foreign sell Rp17,12 miliar

6.   PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mencatatkan net foreign sell Rp16,91 miliar

7.   PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mencatatkan net foreign sell Rp16,89 miliar

8.   PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) mencatatkan net foreign sell Rp16,43 miliar

9.   PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk. (KRYA) mencatatkan net foreign sell Rp15,04 miliar

10. PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mencatatkan net foreign sell Rp14,79 miliar

 

Sentimen IHSG

Pekerja melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/7/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menuturkan, kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Vietnam memberikan peluang kesepakatan dengan negara lainnya.

“Kesepakatan dagang AS dan Vietnam tentunya pintu awal meredakan ketegangan perdagangan," tutur dia seperti dikutip dari Antara.

Dari mancanegara, Presiden AS Donald Trump mengumumkan di Truth Social, bahwa AS telah mencapai kesepakatan baru dengan Vietnam yang mencakup tarif 20 persen untuk impor dari negara tersebut.

Kesepakatan itu meningkatkan harapan akan adanya perjanjian perdagangan bilateral sebagai bagian dari strategi tarif resiprokal Trump yang diperkenalkan pada April 2025.

Di sisi lain, Iran menghentikan kerja sama dengan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), yang menambah risiko geopolitik yang moderat.

 

Sentimen Lainnya

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah memberikan persetujuan akhir terhadap undang- undang (UU) yang menangguhkan atau menghentikan sementara kerja sama dengan badan pengawas nuklir PBB, menyusul serangan Israel yang dibantu AS terhadap fasilitas nuklir negara tersebut.

Dari dalam negeri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah menginginkan Indonesia tidak dikenakan tarif resiprokal oleh AS, mengingat pemerintah juga telah memberikan penawaran (second offer) kepada AS, yakni berupa investasi mineral kritis (critical mineral) dan ekosistem EV.

Namun demikian, tentunya AS punya kebijakan tersendiri sehubungan tarif tersebut dan berharap Indonesia mendapatkan kesepakatan tarif resiprokal yang lebih rendah dari sebelumnya.

Pada awal April 2025, AS secara resmi telah mengenakan tarif resiprokal kepada Indonesia sebesar 32 persen dari basis tarif sebesar 10 persen yang diterapkan AS kepada semua negara dan tarif yang dikenakan AS saat ini.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya