Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya empat warga akibat tertimbun longsor di Kawasan Cisewu, Kabupaten Garut.
"Saya menyampaikan ucapan duka atas meninggalnya empat orang warga Garut karena musibah bencana longsor," kata Dedi dalam unggahan di akun Instagram miliknya @dedimulyadi71, dikutip pada Rabu, 2 Juli 2025.
Advertisement
Dedi mengatakan, pihaknya memberikan sejumlah uang duka untuk keluarga korban. Dia berharap, uang tersebut dapat bermanfaat untuk bekal hidup ke depannya.
"Hari ini saya berkirim uang duka pada keluarga korban untuk bekal hidup keluarga yang ditinggalkannya, untuk pendidikan anak-anaknya, untuk membenahi dan membangun rumah-rumah baru,” ucap Dedi.
Di sisi lain, Dedi juga mengajak seluruh warganya untuk tidak melakukan penebangan hutan maupun menggunduli lahan-lahan perbukitan. Menurutnya, hal-hal tersebut berpotensi memicu bencana saat hujan tiba.
"Yang paling utama, saya amanatkan kepada seluruh warga Garut untuk tidak melakukan penebangan hutan, menggunduli lahan-lahan perbukitan yang berdampak bencana ketika hujan tiba, karena kita tidak mungkin terlepas dari bencana selama kita tidak bersahabat dengan alam yang kita tinggali," ucapnya.
Dedi mengeklaim, kebijakan-kebijakan yang diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat selama ini bertujuan untuk melindungi alam.
"Kebijakan-kebijakan saya selama ini sesungguhnya merupakan upaya untuk mencegah bencana dalam jangka panjang, saking sayangnya pada masyarakat," pungkasnya.
Kebijakan tersebut, ungkap Dedi, di antaranya menutup pertambangan, menghentikan alih fungsi lahan, hingga mengajak seluruh warga untuk menanam pohon.
"Membuang sampah dan mengelolanya dengan baik, melakukan upaya untuk revitalisasi sungai, danau, area-area perbukitan, semua diperuntukan untuk kepentingan masyarakat," tandasnya.
4 Orang Tewas Akibat Longsor di Garut
Empat orang warga Kampung Kiararambay RT 01 RW 02, Desa Girimukti, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat jadi korban meninggal dunia akibat tertimbun material tanah longsor.
Menurut Pranata Humas Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Hadi Rahmat, seluruh korban yang tertibun rumahnya merupakan keluarga.
"Satu rumah rusak berat. Terdampak empat orang seluruhnya meninggal atas nama Ibu Mar’ah, Mardi, Linda dan Fajar," ujar Hadi dalam siaran medianya, Bandung, Kamis (26/6/2025).
Saat evakuasi oleh tim pencarian dan penyelamatan (SAR), seluruh korban ditemukan meninggal dunia. Hadi menerangkan jenazah para korban telah dievakuasi dan akan disemayamkan di rumah duka.
Hadi mengatakan pemicu tanah longsor tersebut adalah curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam durasi cukup lama pada Rabu, 25 Juni 2025 pukul 18.30 WIB.
"BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Garut. BPBD Kab Garut berkoordinasi dengan aparat setempat dan warga ikut melakukan pencarian dan evakuasi korban," kata Hadi.
Berdasarkan data dari laman Sikat BPBD Kabupaten Garut, tanah longsor berada di posisi teratas dengan jumlah 353 kejadian bencana alam yang kerap terjadi di daerah tersebut. Selain tanah longsor, kejadian kebakaran bangunan di posisi kedua dengan jumlah 184 dan posisi ketiga banjir dengan 101 kejadian.
Sementara itu cuaca ekstrim tercatat oleh BPBD Kabupaten Garut mencapai 99 kejadian, gempa bumi 85 kejadian, kekeringan 54 kejadian dan kebakaran lahan 39 kejadian.
Penulis: Arby Salim