Rusia Tegaskan Komitmen Uni Ekonomi Eurasia untuk Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia

Uni Ekonomi Eurasia (UEE) yang beranggotakan Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgizstan didirikan sejak tahun 2015.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiperbarui 04 Juli 2025, 03:00 WIB
Ilustrasi bendera Rusia (pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Uni Ekonomi Eurasia (UEE) yang beranggotakan Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgizstan, menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia. Hal ini disampaikan dalam berbagai rangkaian kegiatan memperingati sepuluh tahun berdirinya UEE yang digelar di Jakarta pada akhir Mei lalu.

Didirikan pada 2015, UEE selama satu dekade terakhir telah berkembang menjadi model integrasi regional yang dibangun atas dasar saling menghormati, saling percaya, dan kepentingan bersama.

Dalam momentum peringatan ini, Wakil Duta Besar Rusia Veronika Novoseltseva menyampaikan pandangannya mengenai eksistensi UEE. Ia menilai bahwa di tengah kondisi global yang ditandai fragmentasi rantai pasok, meningkatnya proteksionisme, dan menurunnya efektivitas lembaga-lembaga multilateral, UEE justru mampu menunjukkan ketahanannya sebagai platform kerja sama antarnegara anggotanya.

Novoseltseva mengatakan bahwa Rusia, sebagai ekonomi terbesar dalam blok ini, memegang peran penting sebagai pusat gravitasi kawasan. Kedekatan geografis dan kemudahan akses pasar Rusia, ditambah komitmen politik untuk membentuk ruang ekonomi bersama, telah membawa manfaat nyata bagi seluruh anggota.

Novoseltseva menilai bahwa hal ini juga mencerminkan tanggung jawab Moskow yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga peradaban, untuk mendukung pembangunan berkelanjutan kawasan.

Ia juga menyebut bahwa pasar internal UEE sendiri telah menghapus hambatan tarif maupun teknis. Tanpa kerangka bersama ini, para produsen anggota bakal menghadapi standar yang berbeda-beda dan biaya lintas batas yang tinggi, yang dapat memangkas daya saing mereka. Hasilnya terlihat dari pertumbuhan ekonomi: pada 2024, rata-rata PDB negara-negara anggota UEE tumbuh 4,4%, melampaui rata-rata global yang hanya 3,3%.

Tak hanya itu, Novoseltseva memandang UEE juga terus mendorong proyek lintas negara melalui program subsidi kredit. Saat ini, sedang dibahas perluasan skema ini untuk sektor pertanian dan logistik demi memperkuat integrasi dan efisiensi kawasan.

Dengan populasi lebih dari 185 juta jiwa, pasar UEE ia nilai mampu memberikan kekuatan kolektif yang meningkatkan posisi tawar negara-negara anggotanya dalam memperluas akses pasar global. Sejauh ini, UEE telah memiliki perjanjian dagang preferensial dengan Vietnam, Serbia, dan Iran, serta tengah menjajaki kerja sama serupa dengan sejumlah negara di Global Selatan.

 

RI Jadi Mitra Penting

Presiden Rusia Vladimir Putin saat menerima kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Istana Constantine, St.Petersburg Rusia, Kamis (19/6/2025). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Di sisi lain, Novoseltseva menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu mitra penting yang tengah dirangkul UEE. Pada 2022, Dewan Ekonomi Eurasia Tertinggi memutuskan memulai perundingan pembentukan perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Indonesia. Negosiasi resmi dimulai Desember 2022 dan putaran kelima berlangsung di Kota Batu, Jawa Timur, pada Juli 2024.

Pada 28-29 Mei 2025, Menteri Perdagangan Komisi UEE Andrey Slepnev datang ke Jakarta untuk bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam kesempatan itu, Slepnev menekankan bahwa FTA UEE-Indonesia akan meningkatkan daya saing produk kedua pihak sekaligus membuka jalan bagi diversifikasi ekspor. Ia juga optimistis perundingan bisa rampung sebelum akhir 2025.

Novoseltseva mengatakan, komitmen mempererat hubungan ini kembali ditegaskan dalam Forum Ekonomi Internasional St Petersburg pada 20 Juni 2025.

Di hadapan para peserta, Slepnev menyebut perundingan dengan Indonesia sudah “substantif” dan membuka peluang besar bagi penandatanganan kesepakatan dalam waktu dekat.

Kedutaan Besar Rusia di Jakarta menegaskan bahwa UEE akan terus memperdalam kerja sama industri dan membuka ruang dialog konstruktif dengan seluruh mitra yang menjunjung prinsip keadilan dan saling menguntungkan.

Rusia bersama mitra-mitranya di UEE berkomitmen melangkah berdampingan dengan Indonesia dan negara-negara lain yang memiliki semangat sama dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil.

Infografis 1 Tahun Perang Rusia - Ukraina, Putin Tangguhkan Perjanjian Senjata Nuklir dengan AS. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya