Renegosiasi Tarif Trump, Indonesia Tawarkan Mineral Kritis ke AS

Indonesia sudah melayangkan tawaran kedua kepada Washington DC, terkait pengenaan tarif resiprokal oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 30 Juni 2025, 12:30 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat kegiatan Rusia–Indonesia Business Dialogue 2025 yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF). (Foto: ekon.go.id)

Liputan6.com, Jakarta Indonesia sudah melayangkan tawaran kedua kepada Washington DC, terkait pengenaan tarif resiprokal oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Salah satu penawaran yang diberikan Indonesia kepada Amerika Serikat, terkait sekitar mineral kritis (critical mineral) yang jadi penopang untuk ekosistem kendaraan listrik (EV) yang tengah digiatkan Pemerintah RI.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, second offer dari Indonesia sudah diterima oleh AS. Perwakilan Indonesia juga sudah berbicara dengan Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), Secretary of Commerce, and Secretary of Treasury

"Jadi tentu tim negosiasi Indonesia ini stand by di Washington. Kalau ada perubahan, ada hal detail lagi yang memerlukan klarifikasi atau apa, kita bisa segera merespons," ujar Airlangga di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (30/6/2025).

Airlangga menuturkan, tawaran investasi di sektor mineral kritis ini ditujukan untuk pengembangan proyek yang sudah ada (brownfield project). Pemerintah pun menyatakan, kebutuhan Indonesia untuk sektor energi dan pertanian juga sebagian akan diambil dari Amerika Serikat.

"Dan Indonesia juga menawarkan ke Amerika critical mineral untuk Amerika bersama Danantara untuk melakukan investasi di dalam ekosistem critical mineral," imbuh dia.

 

 

Untuk Ekosistem Kendaraan Listrik

Presiden FIFA Gianni Infantino (tengah) tertawa saat Presiden AS Donald Trump memegang kartu merah selama pertemuan di Oval Office Gedung Putih pada Selasa (28/8). Presiden FIFA bertemu Trump untuk membahas kesiapan Piala Dunia 2026. (AFP/Mandel Ngan)

Adapun tawaran investasi di sektor critical mineral ini bakal ditujukan untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang tengah digencarkan Pemerintah RI.

Airlangga meyakini itu jadi tawaran yang menarik, lantaran AS dengan Freeport McMoran telah berkecimpung dengan komoditas tembaga (copper) di Indonesia sejak 1967.

"Karena ke depan critical mineral kan untuk industri ekosistem elektronik, industri angkatan peralatan militer dan angkasa luar, semuanya butuh cable. Semuanya butuh copper. Kita sudah punya copper katoda, dan itu ada Amerikanya di dalam," tuturnya.

 

Tawaran yang Cukup Menarik

Menurut Airlangga, panggilan telepon tersebut merupakan pembicaraan awal antara Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump terkait dengan tarif resiprokal.

"Sekarang yang kita tawarkan untuk EV ecosystem. Itu terkait dengan nikel dan yang lain. Ini bagi Amerika cukup menarik, tawaran Indonesia ini cukup menarik," dia menambahkan.

Kendati begitu, Airlangga belum bisa membeberkan lebih spesifik terkait investasi tersebut. Itu semua nantinya bakal tertuang dalam Non Disclosure Agreement (NDA).

"Proyek spesifiknya nanti spesifik juga dalam pembicaraan dengan Amerika. Karena kita juga ini ada non disclosure (NDA)," pungkas Airlangga.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya