5 Fakta Terkait Pesawat Batik Air Mendarat Miring di Bandara Soekarno-Hatta

Video viral memperlihatkan pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK-LDJ hampir tergelincir saat mendarat di landasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau Bandara Seoetta, Tangerang, Banten.

oleh Devira PrastiwiDiperbarui 06 Juli 2025, 17:41 WIB
Viral Pesawat Batik Air mendarat miring di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). (Foto: Instagram @velljet.vjt / @thhebatman)

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini, sebuah video viral memperlihatkan pesawat Batik Air mendarat dalam kondisi miring. Pesawat dengan nomor registrasi PK-LDJ tersebut hampir tergelincir saat mendarat di landasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau Bandara Soetta, Tangerang, Banten. Tepatnya pada Sabtu 28 Juni 2025.

Kondisi pesawat Batik Air dinyatakan tetap aman dan layak untuk melanjutkan operasionalnya.

Menurut Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro, kejadian viral rersebut terjadi pada pesawat Batik Air dengan registrasi PK-LDJ pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Dia memastikan proses pendaratan pesawat berlangsung dalam kondisi aman dan telah mengikuti seluruh prosedur operasional standar penerbangan.

"Berdasarkan hasil pengecekan dan koordinasi dengan tim operasional, diketahui bahwa terjadi peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind) saat fase pendekatan ke landasan pacu. Arah angin tidak berubah, namun kecepatannya bertambah," ucap Danang dalam keterangannya, Minggu 29 Juni 2025.

Dia menjelaskan, meningkatnya kecepatan angin itu membuat pesawat Batik Air miring. Bahkan, dalam video yang beredar di media sosial, mesin pesawat hampir menyentuh landasan sebelum kembali stabil dan berhasil mendarat.

"Perlu kami sampaikan bahwa secara limitasi (batas maksimal) kecepatan angin, tidak ada yang dilanggar, sehingga pesawat tetap dalam kondisi aman untuk mendarat," ucap Danang.

Danang menyampaikan, prosedur pendaratan pesawat sudah dilakukan secara sesuai. Namun, terdapat peningkatan kecepatan angin samping (crosswind) saat pesawat mendekati landasan pacu.

"Berdasarkan hasil pengecekan dan koordinasi dengan tim operasional, diketahui bahwa terjadi peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind) saat fase pendekatan ke landasan pacu," ucap dia.

Berikut sederet fakta terkait pesawat Batik Air mendarat miring di landasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau Bandara Seoetta, Tangerang, Banten dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Kejadian Viral di Media Sosial

Ilustrasi penerbangan Batik Air (Istimewa)

Insiden pesawat Batik Air mendarat miring di Bandara Soetta ini viral di media sosial. Salah satunya dalam unggahan akun Instagram @velljet.vjt yang menampilkan tayangan video pesawat Batik Air mendarat di landasan pacu Bandara Soetta dengan kondisi badan pesawat miring.

Insiden itu terjadi, ketika cuaca di kawasan penerbangan itu dilanda cuaca buruk dengan intensitas hujan dan angin kencang.

"Batik Air sampai mendarat miring banget sampai mesin sebelah hampir menyentuh runway," tulis @velljet.vjt dalam Instagram tersebut.

Dengan kondisi cuaca buruk itu, dikabarkan beberapa pesawat yang hendak mendarat di Bandara Soetta terpaksa holding di udara untuk menunggu kondisi cuaca stabil.

"Hujan, angin, awan tebal lengkap sudah. Beberapa pesawat sampai gagal mendarat, harus holding di udara nunggu cuaca membaik," tambah keterangan dalam tayangan video itu.

 

2. Kronologi Pesawat Batik Air Mendarat Miring

Pesawat Batik Air Airbus 330-300CEO bersiap untuk diberangkatkan ke Wuhan dari Terminal 1 H Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (1/2/2020). Sebanyak 250 WNI di Hubei yang tersebar di tujuh lokasi termasuk di Wuhan akan dijemput oleh sejumlah tenaga medis dari Indonesia. (merdeka.com/Ima

Sebuah video viral memperlihatkan pesawat Batik Air mendarat dalam kondisi miring. Pesawat dengan nomor registrasi PK-LDJ tersebut hampir tergelincir saat mendarat di landasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Bandara Soetta), Tangerang, Banten pada Sabtu 28 Juni 2025.

Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, insiden tersebut terjadi saat pesawat Batik Air registrasi PK-LDJ melakukan pendaratan ketika situasi hujan di Bandara Soetta cukup lebat pada Sabtu kemarin.

Saat pesawat mendekati landasan pacu, tiba-tiba terjadi peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind). Meski begitu, pendaratan berhasil dilakukan dengan aman.

"Pendaratan pesawat berlangsung dalam kondisi aman dan telah mengikuti seluruh prosedur operasional standar penerbangan," katanya, seperti dikutip dari Antara, Minggu 29 Juni 2025.

Berdasarkan koordinasi dengan tim operasional standar penerbangan, kata dia, diketahui arah angin dipermukaan tidak berubah, namun kecepatannya bertambah.

"Perlu kami sampaikan bahwa secara limitasi (batas maksimal) kecepatan angin, tidak ada yang dilanggar, sehingga pesawat tetap dalam kondisi aman untuk mendarat," ujar Danang.

 

3. Tegaskan Tak Ada Kerusakan Pesawat

Viral Pesawat Batik Air mendarat miring di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). (Foto: Instagram @velljet.vjt / @adhitya_kasim)

Setelah proses pendaratan, kata Danang, tim teknisi langsung melakukan inspeksi menyeluruh terhadap pesawat. Adapun hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan kerusakan pada pesawat.

Burung besi tersebut dinyatakan aman serta layak untuk melanjutkan operasional.

Danang memastikan, bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan Batik Air merupakan prioritas utama dalam setiap operasional.

Pihak maskapai akan terus berkomitmen menjalankan prosedur sesuai standar keselamatan penerbangan yang berlaku.

"Kami terus berkomitmen menjalankan prosedur sesuai standar keselamatan penerbangan yang berlaku," ucap dia memungkasi.

 

4. Faktor Kecepatan Angin dan Pesawat Langsung Dicek

Pesawat Batik Air di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. (Gideon/Liputan6.com)

Danang memastikan proses pendaratan pesawat berlangsung dalam kondisi aman dan telah mengikuti seluruh prosedur operasional standar penerbangan.

"Berdasarkan hasil pengecekan dan koordinasi dengan tim operasional, diketahui bahwa terjadi peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind) saat fase pendekatan ke landasan pacu. Arah angin tidak berubah, namun kecepatannya bertambah," ucap Danang.

Meningkatnya kecepatan angin itu membuat pesawat Batik Air miring. Bahkan, dalam video yang beredar di media sosial, mesin pesawat hampir menyentuh landasan sebelum kembali stabil dan berhasil mendarat.

"Perlu kami sampaikan bahwa secara limitasi (batas maksimal) kecepatan angin, tidak ada yang dilanggar, sehingga pesawat tetap dalam kondisi aman untuk mendarat," ucap Danang.

Danang menjelaskan, usai berhasil mendarat, kondisi pesawat Batik Air langsung dilakukan pengecekan. Pemerikdaan dilakukan secara menyeluruh.

"Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan kerusakan, dan pesawat dinyatakan aman serta layak untuk melanjutkan operasional," kata Danang.

"Batik Air menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama dalam setiap operasional, dan kami terus berkomitmen menjalankan prosedur sesuai standar keselamatan penerbangan yang berlaku," pungkasnya.

 

5. Terungkap Penyebab Pesawat Batik Air Mendarat Miring

Pesawat Airbus 330-300CEO registrasi PK-LDY Batik Air berada di Batam setelah mendarat dari Wuhan. (Dok Lion Air Group)

Viral video sebuah pesawat maskapai Batik Air mendarat dalam keadaan miring di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kecepatan angin menjadi penyebab pesawat Batik Air terlihat tidak stabil saat mendarat.

Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan kejadian itu menimpa pesawat Batik Air dengan registrasi PK-LDJ. Hal tersebut terjadi pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Danang menyampaikan, prosedur pendaratan pesawat sudah dilakukan secara sesuai. Namun, terdapat peningkatan kecepatan angin samping (crosswind) saat pesawat mendekati landasan pacu.

"Berdasarkan hasil pengecekan dan koordinasi dengan tim operasional, diketahui bahwa terjadi peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind) saat fase pendekatan ke landasan pacu," kata Danang.

Sebagaimana diketahui, dalam video viral di media sosial, pesawar Batik Air sempat miring ke arah kanan. Bahkan terlihat salah satu mesin pesawat hampir menyentuh landasan pacu. Meningkatnya hembusan angin samping yang menyebabkan hal tersebut.

"Arah angin tidak berubah, namun kecepatannya bertambah. Perlu kami sampaikan bahwa secara limitasi (batas maksimal) kecepatan angin, tidak ada yang dilanggar, sehingga pesawat tetap dalam kondisi aman untuk mendarat," ungkap Danang.

Danang menjelaskan, usai kejadian tersebut pesawat langsung diperiksa secara menyeluruh. Meski mesin pesawar hampir mengalami benturan, namun tak ditemukan adanya kerusakan.

Setelah proses pengecekan selesai, armada Batik Air dinyatakan masih layak untuk melanjutkan operasional penerbangan.

"Setelah proses pendaratan, tim teknisi melakukan inspeksi menyeluruh terhadap pesawat. Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan kerusakan, dan pesawat dinyatakan aman serta layak untuk melanjutkan operasional," kata Danang.

Infografis Jatuhnya Pesawat Air India AI171. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya