Liputan6.com, Jakarta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pembangunan ekosistem baterai mobil listrik sempat berjalan alot. Bahkan, sempat mengambang dalam waktu 3 tahun.
Hal ini disampaikan Bahlil di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Proyeknya merujuk pada ekosistem baterai kendaraan listrik dari hulu ke hilir, bertempat di Halmahera Timur, Maluku Utara dan Karawang, Jawa Barat.
Advertisement
"Bapak Presiden, perlu kami laporkan, proyek ini, Pak, kami dikerjakan sudah 4 tahun, saya sama Pak Erick, sama Pak Tiko, kemudian Danantara. Ini negosiasinya, Pak, alot," ungkap Bahlil dalam Peresmian Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium Antam, IBC dan CBL, di Artha Industrial Hill, Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).
Dia menjelaskan, sejak awal negosiasi yang melibatkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, anggota konsorsium penggarap proyek cukup alot.
"Sejak di awal, dengan Menteri Perindustrian, kita juga berkoordinasi, pasang surut, BUMN maunya A, CATL maunya B. Akhirnya kita jadi wasit yang baik. Dan masa mengambang itu 3 tahun lebih, tidak ada keputusan," ucapnya.
Keputusan Prabowo
Namun, keputusan akhirnya diambil setelah dibahas dalam tingkat rapat terbatas yang dipimpin Prabowo Subianto.
"Berkat arahan Bapak Presiden Prabowo dalam ratas kita pada bulan April, arahan tegas memutuskan untuk segera dijalankan. Atas perintah itu, bapak Presiden, kami dari Satgas langsung mengeksekusi, tidak ada lagi persoalan, dan hari ini bisa kita sama-sama menyaksikan groundbreaking," tutur Ketua Satgas Percepatan Hilirsasi ini.
Resmikan Proyek Ekosistem Baterai Mobil Listrik Senilai Rp 96,04 Triliun
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik senilai USD 5,9 miliar atau setara Rp 96,04 triliun (asumsi kurs Rp 16.278). Ini menjadi pabrik baterai terbesar di Asia.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmaanirrahiim, pada siang hari ini, hari Minggu 29 Juni 2025, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan penuh kebanggaan meresmikan Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium Antam, Indonesia Battery Corporation dan CBL, Contemporary, Brunp, Lygend," kata Prabowo di Artha Industrial Hill, Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).
Proyek Strategis Nasional
Informasi, proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi sebesar USD 5,9 miliar atau setara Rp 96,04 triliun (asumsi kurs Rp 16.278)
Proyek ini mencakup area seluas 3.023 hektar serta mampu menyerap 8.000 tenaga kerja langsung, pertumbuhan ekonomi lokal, dan 18 proyek infrastruktur dermaga multifungsi.
Dua Lokasi
Diketahui, pada groundbreaking kali ini, dibangun sekosistem dari hulu ke hilir yang terdiri dari 6 (enam) proyek secara terintegrasi yang dikembangkan bersama antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Konsorsium CATL, Brunp, Lygend (CBL).
Dimana 5 (lima) proyek dikembangkan di Kawasan FHT Halmahera Timur dan 1 (satu) proyek dikembangkan di Karawang. Proyek ini mencakup area seluas 3.023 hektar serta mampu menyerap 8.000 tenaga kerja langsung, pertumbuhan ekonomi lokal, dan 18 proyek infrastruktur dermaga multifungsi.
Proyek pembangunan pabrik baterai Lithium-ion dengan kapasitas tahap 1 sebesar 6,9 GWh yang ditarget pada 2026 mendatang. Adapun, kapasitas maksimalnya diperkirakan mampu mencapai 15 GWh di 2028. Proyek ini digarap oleh perusahaan patungan (joint venture) antara IBC dan CBL berbentuk PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).