Insiden Pesawat Batik Air Putar Balik di Bandara Soetta, Ini Penjelasan Kemenhub

Batik Air mengalami insiden saat mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiperbarui 05 Juli 2025, 17:08 WIB
Viral Pesawat Batik Air mendarat miring di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). (Foto: Instagram @velljet.vjt / @thhebatman)

Liputan6.com, Jakarta Insiden penerbangan yang melibatkan maskapai Batik Air terjadi pada Sabtu (28/6/2025). Meski tidak menimbulkan korban, peristiwa ini sempat menjadi sorotan publik dan memicu kekhawatiran.

Pesawat Batik Air yang melayani rute Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Silampari, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, terpaksa putar balik (return to base) akibat cuaca buruk.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa cuaca di Bandara Silampari berada di bawah ambang minimum untuk proses pendaratan. Jarak pandang hanya 1.000 meter disertai hujan badai dan awan cumulonimbus.

Pesawat yang mengangkut 141 penumpang tersebut dijadwalkan tiba pukul 15.20 WIB. Namun karena kondisi tidak kunjung membaik meski sempat dilakukan prosedur go around dan holding, pilot akhirnya memutuskan untuk kembali ke Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 15.40 WIB.

Keputusan tersebut diambil demi keselamatan penerbangan dan telah sesuai dengan standar prosedur penerbangan internasional.

Berdasarkan data meteorologi dari pengamatan cuaca Bandara Silampari, pada pukul 15.30 WIB, dilaporkan kondisi Jarak pandang hanya 1000 meter dan hujan badai dengan intensitas lebat serta terdapat awan Cumulonimbus (CB) di atas area bandara.

"Kondisi tersebut menyebabkan cuaca berada di bawah ambang minimum untuk proses pendaratan. Pilot sempat melakukan prosedur go around dan holding sambil menunggu kemungkinan perbaikan cuaca," jelasnya.

Namun, lanjut Lukman, karena situasi tidak menunjukkan perubahan signifikan, atas pertimbangan keselamatan penerbangan, pilot memutuskan untuk putar balik ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 15.40 WIB.

"Berdasarkan laporan terakhir yang diterima Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Pesawat Batik Air ID 6820 kembali diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 18.05 WIB dan mendarat dengan selamat dan aman di Bandara Silampari pukul 19.22 WIB," ucapnya.

Kementerian Perhubungan melalui terus mengingatkan agar seluruh operator penerbangan selalu memprioritaskan keselamatan dan keamanan penerbangan, termasuk pelayanan terhadap penumpang yang terdampak.

 

 

Pesawat Miring Saat Mendarat di Soekarno-Hatta

Pesawat Batik Air di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. (Gideon/Liputan6.com)

 

Sebuah video viral memperlihatkan pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK-LDJ terlihat tidak seimbang saat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam video tersebut, pesawat tampak miring dan salah satu mesinnya nyaris menyentuh landasan sebelum akhirnya mendarat dengan selamat.

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind) saat fase pendekatan ke landasan.

“Secara limitasi kecepatan angin tidak ada yang dilanggar. Pesawat tetap dalam kondisi aman dan layak terbang,” ujarnya, Minggu (29/6/2025).

 Crosswind Jadi Penyebab Ketidakseimbangan

Ilustrasi penerbangan Batik Air (Istimewa)

Meningkatnya kecepatan angin dari arah samping menyebabkan pesawat mengalami sedikit kemiringan. Namun Danang menegaskan bahwa proses pendaratan tetap mengikuti prosedur standar operasional dan tidak melanggar batas kecepatan angin yang diizinkan untuk pendaratan.

Pihak Batik Air juga telah melakukan koordinasi dan pengecekan internal, dan hasilnya menunjukkan bahwa pesawat tetap layak beroperasi setelah kejadian tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya