Liputan6.com, Jakarta Persaingan dunia kerja saat ini memang terasa semakin menantang. Lulusan baru kerap bersaing tidak hanya dengan sesama fresh graduate, tetapi juga dengan mereka yang sudah berpengalaman.
Tidak jarang banyak anak muda merasa bingung harus mulai dari mana dalam membangun karier impian mereka. Apalagi, perusahaan kini semakin menuntut keterampilan tambahan selain nilai akademis.
Advertisement
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2025 mencapai 4,76 persen, dengan proporsi terbesar dari kalangan muda berusia 15–24 tahun. Angka ini menjadi pengingat bahwa adaptasi dan persiapan sejak dini sangat penting agar generasi muda bisa bersaing.
Di era digital seperti sekarang, akses informasi sebenarnya makin terbuka lebar. Beragam konten edukasi dan pelatihan bisa ditemukan di media sosial atau platform daring lain. Namun, belum tentu semua informasi sesuai kebutuhan personal setiap individu. Karena itu, pendampingan langsung tetap memiliki peran penting dalam menyiapkan mental dan skill anak muda menghadapi dunia kerja.
Kesiapan Mental
Selain keterampilan teknis, kesiapan mental juga sering luput dari perhatian. Banyak pencari kerja mengalami tekanan psikologis yang berdampak pada rasa percaya diri mereka. Jika tidak diantisipasi, hal ini bisa membuat proses mencari kerja menjadi pengalaman yang berat dan mematahkan semangat.
Menjawab tantangan tersebut, tiga anak muda Indonesia yakni Hasna Hamidah, Muhammad Ahwy Karuniyado, dan Faradilah Bari menghadirkan KarirImpian. Platform ini berfokus pada edukasi dan bimbingan karier, mulai dari cara menyusun CV, latihan wawancara, hingga upskilling sesuai tren industri.
“Kami melihat banyak anak muda memiliki potensi besar, namun sering merasa kebingungan dalam memulai perjalanan karier. Kami berupaya menjembatani kesenjangan itu dengan menyediakan panduan praktis dan akses kepada mentor-mentor berpengalaman,” ujar salah satu Pendiri KarirImpian, Hasna Hamidah Sabtu (27/6/2025).
Kesehatan Mental Pencari Kerja
KarirImpian juga menggelar kegiatan offline seperti webinar, workshop, hingga konsultasi privat. Materi pelatihan mencakup bidang teknologi, bisnis, komunikasi, sampai wawasan seleksi kerja di perusahaan besar.
Muhammad Ahwy Karuniyado menekankan penggunaan teknologi agar pendampingan terasa lebih personal dan tepat sasaran. “Kami ingin memastikan KarirImpian dapat menjadi partner yang mendampingi para pencari kerja secara lebih personal,” ungkap Ahwy.
Selain fokus pada skill, KarirImpian turut memperhatikan kesehatan mental pencari kerja. Faradilah Bari menjelaskan bahwa tekanan mental perlu diantisipasi agar proses pencarian kerja berjalan lebih sehat. “Kami ingin para pencari kerja tahu bahwa mereka tidak sendirian. Penting bagi kami menghadirkan materi dan ruang diskusi seputar kesehatan mental,” tutur Faradilah.
Bantu Lebih dari 1.000 Pengguna
Sejak diluncurkan pada awal tahun, KarirImpian telah membantu lebih dari 1.000 pengguna di berbagai wilayah Indonesia. Program ini masih terus berjalan dengan target menjangkau 10.000 pengguna aktif sampai akhir 2025.
Dengan pendekatan praktis dan berbasis teknologi, KarirImpian ingin mempermudah anak muda dalam meraih peluang kerja sesuai passion mereka. “Kami berharap KarirImpian dapat berkontribusi membantu generasi muda Indonesia meraih karier yang sukses dan sesuai dengan passion mereka,” pungkas Hasna.