Pembunuhan Berantai Menghantui Warga West Virginia

Sudah tiga orang tewas ditembak yang menurut polisi dilakukan oleh orang yang sama. Kasus ini mirip dengan peristiwa tahun silam di Washington DC, yang juga menimbulkan kepanikan.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Agustus 2003, 01:04 WIB
Liputan6.com, West Virginia: Warga Charleston, West Virginia, Amerika Serikat, kini dicekam ketakutan. Mereka dihantui aksi pembunuhan berantai yang sudah menewaskan tiga orang. Polisi setempat mengaku masih menyelidiki kasus pembunuhan bermodus penembak gelap atau sniper itu. Sejauh ini, hasil penyelidikan menyebutkan, tiga pembunuhan tersebut dilakukan seorang penembak jitu. Sebab, peluru yang ditemukan di tubuh korban menunjukkan jenis senapan yang sama. Penemuan itu juga membuat mereka berkesimpulan bahwa pelakunya seorang.

Saat ini, polisi tengah menindaklanjuti laporan seorang wanita yang melihat sebuah truk berwarna merah tak lama setelah dia mendengar suara letusan di dekat sebuah supermarket. Polisi juga sedang berusaha menemukan truk itu dari rumah ke rumah, meski sejauh ini belum membuahkan hasil.

Pejabat yang berwenang di West Virginia memperkirakan penembak gelap itu memilih korbannya secara acak. Ketiga korbannya ditembak pada malam hari di tempat umum. Korban pertama adalah Gary Carrie Jr, seorang pria berusia 44 tahun, yang ditembak di kepala pada 10 Agustus, saat menggunakan telepon umum di sebuah tempat pengisian bensin di dekat Charleston.

Berselang empat hari atau 14 Agustus, seorang laki-laki bernama Okey Meadows Jr (26) dan seorang wanita bernama Jeanie Patton (31) ditembak hingga tewas di dua tempat sama, yakni tempat pengisian bensin. Penembakan antara keduanya terpaut 90 menit dan kedua tempat pengisian bensin tersebut berjarak 16 kilometer.

Kasus ini mengingatkan publik di AS dengan kasus serupa tahun silam yang juga menimbulkan kepanikan di Washington DC. Saat itu, enam orang tewas ditembak penembak gelap [baca: Tersangka Penembakan Berantai di Washington Ditangkap].(SID/Kinanti Pinta)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya