Investor Qatar Mau Bangun 50 Ribu Rusun di Indonesia, Investasi Sebesar Ini

Investor Qatar menargetkan dapat menyelesaikan pembangunan tahap pertama sebanyak 50 ribu unit rusun dalam waktu dua tahun.

oleh Tim BisnisDiperbarui 26 Juni 2025, 17:21 WIB
Investor dari Qatar yakni PT Al Qilaa International Indonesia akan memulai pembangunan 1 juta unit hunian vertikal untuk area perkotaan di Indonesia dengan tahap pertama sekitar 50 ribu unit rumah susun (rusun). Dok Aqila

Liputan6.com, Jakarta Investor dari Qatar yakni PT Al Qilaa International Indonesia akan memulai pembangunan 1 juta unit hunian vertikal untuk area perkotaan di Indonesia dengan tahap pertama sekitar 50 ribu unit rumah susun (rusun).

Rencana pembangunan tahap pertama diperkirakan membutuhkan investasi sekitar USD 2,5 miliar. Setelah itu akan dibangun sekitar 50 ribu unit rusun pada tahap kedua.

"Untuk tahap awal, kami memperkirakan sekitar 50 ribu unit (rusun)," ujar Chairman PT Al Qilaa International Indonesia Sheikh Abdul Aziz Al Thani melansir Antara di Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Abdul Aziz Al Thani mengatakan Saat ini pihaknya akan mengupayakan penyediaan lahan dan perizinan untuk pembangunan rusun tersebut. Di mana, proses penyediaan lahan dan perizinan tersebut akan membutuhkan waktu.

Namun dirinya berharap dapat menyelesaikan pembangunan tahap pertama sebanyak 50 ribu unit rusun dalam waktu dua tahun.

"Kami berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas dukungannya untuk proyek ini dan Presiden Prabowo secara jujur ingin membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan membangun hunian terjangkau bagi mereka. Kami akan memulainya sekarang, kami serius," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya membangun tower rusun dan rumah, apartemen, tapi membangun komunitas bagi masyarakat.

Masyarakat tidak hanya bisa mendapatkan rusun dengan harga terjangkau, namun mereka juga akan mendapatkan berbagai fasilitas seperti kolam renang, sekolah, area bermain dan semua fasilitas lainnya yang bisa didapatkan.

Pemerintah RI dan Qatar sepakat bekerja sama dan menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk sektor perumahan terkait pendanaan 1 juta hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Penandatanganan tersebut disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto dan dilakukan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan investor Qatar Sheikh Abdul Aziz Al Thani di Istana Merdeka Jakarta.

BTN Siap Bantu

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan dukungan BTN terhadap proyek hunian AlQilaa. (Dok BTN)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan kesiapannya dalam menyediakan pembiayaan untuk kepemilikan rumah (KPR) bagi proyek hunian layak dan terjangkau yang dibangun oleh investor asal Qatar, yakni AlQilaa International Group.

Proyek hunian ini pun akan dimulai dalam waktu dekat, dan telah diluncurkan secara resmi pada Kamis, 26 Juni 2025 di Jakarta.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan dukungan BTN terhadap proyek hunian AlQilaa.

Dengan adanya peluncuran proyek ini, Nixon menyampaikan, BTN siap menyalurkan pembiayaan konvensional maupun syariah untuk 100 ribu unit hunian vertikal pada tahap pertama.

“Peluncuran ini menunjukkan bahwa Qatar sangat serius mendukung program pembangunan rumah di Indonesia. Kami juga terus mendukung secara teknis untuk proyek ini dan bersama agen-agen marketing yang akan mencarikan customernya. Dengan harga yang terjangkau, saya yakin proyek ini akan sukses diminati masyarakat,” ujar Nixon dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Kamis (26/6/2025).

Sebagai informasi, proyek hunian vertikal yang dibangun AlQilaa Group merupakan tindak lanjut penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang ditandatangani pemerintah Indonesia dan Qatar yang ditandatangani pada Januari 2025 dan difinalisasi di Doha, Qatar pada April 2025.

Mitra dari China hingga Singapura

Pembangunan hunian vertikal ini akan didukung oleh sejumlah mitra pengembang dan perusahaan kontraktor nasional yang berinduk di Tiongkok dan Singapura.

Siapapun Dapat MembeliDalam kesempatan yang sama, Chairman AlQilaa International Group, Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani menuturkan bahaa pihaknya membangun proyek hunian vertikal yang terjangkau berkat dukungan berbagai pihak, dalam hal ini pemerintah Indonesia, Danantara, dan BTN.

Dalam waktu dekat, unit-unit hunian dari proyek ini diharapkan dapat mulai ditawarkan kepada masyarakat, bebernya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang memungkinkan proyek hunian dengan harga terjangkau ini dapat berjalan untuk membantu masyarakat Indonesia terutama yang berpenghasilan rendah dan menengah. Diharapkan, kami dapat mulai menawarkan proyek ini dalam waktu dekat, yaitu sekitar 1-2 bulan ke depan siapapun dapat membeli huniannya,” kata Sheikh Abdulaziz.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya