Isi Surat Keluarga Turis Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani untuk Para Relawan, Ungkap Terima Kasih Mendalam

Selain relawan, pihak keluarga turis Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani juga berterima kasih pada semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi Juliana Marins.

oleh Asnida RianiDiperbarui 26 Juni 2025, 10:13 WIB
Proses evakuasi turis Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani. (dok. Instagram @btn_gn_rinjani/https://www.instagram.com/p/DLPavwzz7Xd/)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kesedihan mendalam atas kehilangan Juliana Marinsturis Brasil jatuh di Gunung Rinjani─pihak keluarga korban mengirim surat daring untuk dua relawan Rinjani Squad, Agam dan Tio. Bersama enam rescuer lain, ia turun ke jurang dengan kedalaman ratusan meter untuk mengevakuasi jenazah perempuan berusia 27 tahun tersebut.

Melalui unggahan Instagram yang didedikasikan untuk proses penyelamatan Juliana, Rabu, 25 Juni 2025, pihak keluarga menulis, "Kami sangat berterima kasih pada para relawan yang dengan berani menawarkan diri membantu mempercepat proses penyelamatan Juliana."

"Kami menyampaikan rasa terima kasih tidak hanya pada mereka, tapi juga semua orang yang dengan cara tertentu berkontribusi untuk memungkinkan proses ini," mereka menambahkan. Lebih lanjut, mereka memperlihatkan tangkapan layar pesan Instagram ke akun Tio dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

Pesannya berisi, "Pada Agam dan Tyo, atas nama keluarga Juliana Marins, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kami yang paling tulus dan mendalam atas semua kemurahan hati, keberanian, dan dukungan yang telah kalian tunjukkan dengan bergabung bersama tim penyelamat di Gunung Rinjani."

Ucapan Keluarga Korban

Pendaki WNA Brasil berisinial JDSP (27), belum juga berhasil dievakuasi usai terjatuh di jurang Gunung Rinjani pada Sabtu, 21 Juni 2025 lalu. (Liputan6.com/ Dok Tim SAR Mataram)

Keluarga Juliana melanjutkan, "Kami menyadari betapa sulitnya kondisi yang kalian hadapi dan besar sekali risiko yang kalian ambil. Berkat dedikasi dan pengalaman kalianlah tim akhirnya dapat mencapai Juliana dan memungkinkan kami, setidaknya, untuk mendapatkan momen perpisahan ini."

"Meski hasilnya sudah berada di luar jangkauan kami, di dalam hati kami, ada perasaan bahwa jika kalian bisa tiba lebih awal, mungkin jalan ceritanya bisa berbeda. Tindakan kalian tidak akan pernah kami lupakan. Terimalah rasa hormat. Respect," tandasnya.

Di unggahan terbaru, Rabu, saudara perempuan mendiang berbagi potongan momen dengannya, menulis, "Di usia 4 tahun, aku bilang ke orangtuaku aku mau punya 10 adik perempuan. Di usia 5 tahun, saat kamu lahir, kamu nggak mau punya siapa-siapa lagi, kamu sudah berharga 10! Hahaha!"

"Kamu selalu tergila-gila dengan segalanya, punya foto-foto terbaik, suasana hati khas Marins. Aku ngajarin kamu naik sepeda, main gitar, menikmati 30 Seconds to Mars hanya untuk pergi ke konser bersamaku."

 

Saudara Perempuannya Ikut Bersuara

Proses evakuasi turis Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani. (dok. Instagram @btn_gn_rinjani/https://www.instagram.com/p/DLPavwzz7Xd/)

Saudara perempuan Juliana menambahkan, "Kamu selalu bersamaku di setiap waktu, bahkan di saat-saat terburuk sekalipun. Kita selalu bilang kita akan memindahkan gunung satu demi satu, dan dari sini di Brasil, aku mencoba memindahkan satu gunung ke Indonesia untukmu. Maaf, aku tidak cukup baik, sis."

 

"Bagaimana aku bisa menjadi tua tanpamu? Bagaimana aku bisa berusia 60 tahun tanpamu di sisiku? Siapa yang akan mengenakan topi Natal bersamaku setiap hari di bulan Desember? Saudara kembarku, yang terpaut usia 5 tahun, yang telah mencintaiku, melindungiku, menyemangatiku, dan menyambutku."

"Akan sangat sulit jika kamu tidak ada di dekatku, sis. Akan sangat sulit untuk terus berjalan tanpamu. Hidup akan sangat sulit tanpamu," tandasnya.

Di sisi lain, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani sempat mengabarkan proses evakuasi Juliana, Rabu, menyebut, "Proses evakuasi korban jatuh di sekitar Cemara Nunggal, jalur menuju Puncak Gunung Rinjani, telah berlangsung intensif dan berhasil dituntaskan dengan penuh kehati-hatian."

 

Ungkapan Belasungkawa

Proses evakuasi pendaki Brasil yang terjatuh ke jurang Gunung Rinjani. (Liputan6.com/ Hans Bahanan)

Pihaknya menjabarkan bahwa pukul 06.00 Wita, tim gabungan di titik penemuan korban mulai melakukan proses penanganan dan persiapan evakuasi. Kemudian, pukul 13.51 Wita, seluruh tim penyelamat dan korban berhasil diangkat ke anchor point atas.

Pukul 15.50 Wita, mereka tiba di Pelawangan dan selanjutnya turun menuju Sembalun. "Pukul 20.40 Wita, jenazah korban telah tiba di Resort Sembalun dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTB," imbuhnya, menambahkan evakuasi ini melibatkan kolaborasi lintas instansi dan relawan, bekerja di medan ekstrem dengan cuaca yang tidak menentu.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi seluruh tim yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini," kata mereka. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani juga mengungkap belasungkawa mereka terhadap korban dan keluarga korban.

"Segenap keluarga besar Kementerian Kehutanan menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Juliana De Souza Pereira Marins, pendaki asal Negara Brasil yang meninggal dunia di jalur pendakian kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani."

"Kami menghaturkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya pada keluarga, sahabat, dan rekan-rekan korban. Semoga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Rinjani turut berduka, alam yang ia cintai menjadi saksi langkah terakhirnya. Selamat jalan Juliana, jejakmu akan abadi bersama semesta," tutup mereka.

Infografis Risiko Bencana di Daerah Wisata. (Dok: Liputan6.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya