Liputan6.com, Jakarta: Deklarator Partai Demokrasi Indonesia Benedictus Mang Reng Say dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (18/8). Pemakaman anggota Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan ini tidak disaksikan petinggi partai banteng bermulut putih ini.
Ben, 75 tahun, mengembuskan napas terakhir di rumahnya di Jalan Rangu IV, Kavling 16, Kompleks Jati Sila, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Sabtu, pukul 15.15 WIB. Sebelumnya, bekas Ketua Partai Katolik ini sempat dirawat di rumah sakit karena stroke yang diidapnya sejak tiga bulan silam. Pria berdarah Maumere, Flores, Nusatenggara Timur, itu dikenal sebagai pendiri PDI pada 10 Januari 1973 bersama almarhum Isnaeni, Alex Sukarmawidjaja, dan Murbantoko.
Semasa hidupnya, ayah tiga anak ini pernah menjadi anggota Komisi Penyelidik Nasional untuk meneliti insiden Dili 12 November 1991. Selain itu, suami Dona Maria Josefa Nana da Silva, 73 tahun, itu juga pernah menjadi Duta Besar RI untuk Portugal (1975) dan Meksiko (1976) serta aktif berunding mengenai Timor Timur dengan pemerintah Portugal.(TNA/Olivia Rosalia dan Adi Iskarpandi)
Ben, 75 tahun, mengembuskan napas terakhir di rumahnya di Jalan Rangu IV, Kavling 16, Kompleks Jati Sila, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Sabtu, pukul 15.15 WIB. Sebelumnya, bekas Ketua Partai Katolik ini sempat dirawat di rumah sakit karena stroke yang diidapnya sejak tiga bulan silam. Pria berdarah Maumere, Flores, Nusatenggara Timur, itu dikenal sebagai pendiri PDI pada 10 Januari 1973 bersama almarhum Isnaeni, Alex Sukarmawidjaja, dan Murbantoko.
Semasa hidupnya, ayah tiga anak ini pernah menjadi anggota Komisi Penyelidik Nasional untuk meneliti insiden Dili 12 November 1991. Selain itu, suami Dona Maria Josefa Nana da Silva, 73 tahun, itu juga pernah menjadi Duta Besar RI untuk Portugal (1975) dan Meksiko (1976) serta aktif berunding mengenai Timor Timur dengan pemerintah Portugal.(TNA/Olivia Rosalia dan Adi Iskarpandi)