Liputan6.com, Jakarta - PT Buma Internasional Grup Tbk (DOID) melalui dua anak perusahaannya resmi mendirikan entitas usaha baru yang bergerak di bidang lembaga pelatihan kerja. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung aspek keberlanjutan, khususnya terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG (Environmental, Social, and Governance).
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/6/2025) dua anak usaha BUMA Internasional, yakni PT Bisa Ruang Nuswantara (BIRU) dan PT Katalis Investama Mandiri (KIM) yang masing-masing dimiliki 99,98% oleh perseroan telah mendirikan perusahaan baru bernama PT Biru Edu Praktik (BEP).
Advertisement
Pendirian BEP tertuang dalam Akta Pendirian Perseroan Terbatas Nomor 35 tanggal 23 Juni 2025 yang dibuat di hadapan Notaris Ungke Mulawanti S.H., M.Kn., di Jakarta Timur. Akta ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Keputusan Nomor AHU-0050788.AH.01.01.TAHUN 2025 tertanggal 23 Juni 2025.
Manajemen menjelaskan pembentukan BEP bertujuan untuk mendukung strategi jangka panjang perseroan di sektor ESG, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja.
Anggaran Capex DOID
PT Buma Internasional Grup Tbk (DOID) akan menganggarkan belanja modal USD 170 juta-USD 180 juta pada 2025.
Direktur PT Bumi Internasional Grup Tbk, Iwan Salim memperkirkaan, belanja modal pada 2025 sektiar USD 170 juta-USD 180 juta. Anggaran belanja modal tersebut, salah satunya untuk pengerjaan kontrak jasa pertambangan dengan PT Bayan Resources Tbk.
"USD 170 juta-USD 180 juta, melihat track sebelumnya, mudah-mudahan tahun ini sama. Salah satunya untuk Bayan, Persada Kapuas Prima (PKP) di Kalimantan Tengah, sedikit untuk Amerika Serikat dan Australia,” kata dia saat media visit, seperti dikutip, Minggu (1/6/2025).
Iwan menuturkan, dana belanja modal akan berasal dari dana internal dan hasil penerbitan sukuk tahap pertama. Perseroan melalui Bukit Makmur Mandiri Utama telah menerbitkan sukuk ijarah I BUMA 2025 senilai Rp 2 triliun pada 20 Maret 2025. “Dananya dari internal, banyak opsi financing, seperti sukuk pertama itu juga. Kombinasi working capital dan capex,” ujar Iwan.
Akuisisi Tambang di AS
Perseroan telah akuisisi sejumlah perusahaan tambang di luar negeri yakni Amerika Serikat dan Australia pada 2024. Di Amerika Serikat, Perseroan akuisisi Atlantic Carbon Group Inc (ACG) sekitar USD 122,4 juta. Atlantic Carbon Group mempunyai tambang antrasit berkadar sangat tinggi atau ultra high grade (UHG).
Selain itu, Perseroan melalui Bukit Makmur Mandiri Utama Pte Ltd juga telah akuisisi saham pada 29Metals Limited, perusahaan tambang tembaga dan seng asal Australia. Perseroan juga proses akuisisi saham di Dawson Complex, salah satu tambang batu bara metalurgi di Australia. Iwan berharap, proses akuisisi tersebut dapat selesai pada semester I 2025.