Saudia Airlines Diteror Bom, TNI Gerak Cepat Evakuasi Ratusan Penumpang di Bandara Kualanamu

Pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SVA 5688 terpaksa mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu, (21/6/2025). Pendaratan darurat dilakukan setelah pesawat A330 dengan rute Jeddah-Surabaya via Muscat menerima ancaman bom.

oleh Marifka Wahyu HidayatDiperbarui 21 Juni 2025, 19:05 WIB
Petugas gabungan melakukan penyisiran di pesawat Saudi Airlines yang mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Sabtu (21/6/2025).

Liputan6.com, Jakarta- Pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SVA 5688 terpaksa mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu, (21/6/2025). Pendaratan darurat dilakukan setelah pesawat A330 dengan rute Jeddah-Surabaya via Muscat menerima ancaman bom.

Pesawat tersebut membawa 376 penumpang rombongan jemaah haji asal Surabaya dengan rinciannya, 196 penumpang laki-laki dan 180 perempuan serta 10 kru pesawat. Seluruh penumpang dievakuasi ke area aman dan menjalani pemeriksaan.

Panglima Kodam I/Bukit Barisan melalui Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Harahap menjelaskan bahwa pihaknya menurunkan pasukan pengamanan dan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) untuk mengamankan lokasi pendaratan pesawat. Pengamanan diperkuat oleh personel Kopasgat TNI AU dan Gegana Brimob Polda Sumatera Utara.

"Proses pengamanan dilaksanakan secara terkoordinasi untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru pesawat. Proses evakuasi terhadap seluruh penumpang dan kru berlangsung cepat, tertib, dan dinyatakan selesai pada pukul 11.30 WIB,"ungkap, Sabtu (21/6/2025).

Pihak keamanan bandara dan aparat gabungan juga masih melakukan investigasi atas sumber ancaman yang diterima dalam bentuk email misterius yang diteruskan ke otoritas penerbangan. Pihaknya juga melakukan penyisiran menyeluruh terhadap bagian dalam pesawat, termasuk kabin dan bagasi.

Dalam kegiatan pengamanan ini, Kodam I/Bukit Barisan mengerahkan 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Yonkav 6/NK, 1 SST Jihandak Yonzipur 1/DD dan didukung 1 SST Kopasgat TNI AU serta 1 SST Gegana Brimob Polda Sumatera Utara. Kemudian seluruh penumpang dan awak kabin ditempatkan di Gedung G1 dan G2 Bandara Kualanamu guna menjalani pemeriksaan serta pendataan.

"Personel TNI juga turut membantu mengatur dan menenangkan para penumpang di Gedung G1 dan G2 agar tetap tenang dan merasa aman selama proses evakuasi berlangsung,"pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya