Tinggal 6 Jemaah Haji Indonesia Terkonfirmasi Positif Covid-19 yang Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Jemaah haji yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 tidak diminta mengisolasi mandiri.

oleh Dinny MutiahDiperbarui 20 Juni 2025, 17:25 WIB
Salah satu jemaah haji Indonesia yang dirawat karena masalah pernapasan dan terkonfirmasi positif Covid-19. (dok. KKHI)

Liputan6.com, Jeddah - Kondisi jemaah haji Indonesia yang terkonfirmasi positif selama berada di Arab Saudi menunjukkan perkembangan positif. Dari 32 kasus yang ditemukan sejak pertengahan Mei 2025 selama menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi (RSAS), hanya enam pasien yang masih dinyatakan positif Covid-19, sisanya sudah diperbolehkan pulang dan kembali ke kloternya.

"Awal ketika jemaah kita mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk, pilek, demam, kemudian disertai gejala sesak napas, kemudian penanganannya dirujuk ke RSAS," kata Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, MKM, dalam program Liputan6 Update, Jumat (20/6/2025).

Setelah di rumah sakit, sambung dia, masing-masing pasien dengan gejala tersebut menjalani tiga skrining, yakni Covid-19, Mers-CoV, dan TB. Hasil skrining menunjukkan sejumlah jemaah dengan gejala ISPA positif Covid-19 dan tidak ada jemaah haji yang terjangkit MERS-CoV.

Begitu konfirmasi didapatkan, Kementerian Kesehatan Arab Saudi segera berkoordinasi dengan pihak KKHI dan PPIH Arab Saudi untuk mencegah penularan lebih luas. Pihaknya melacak kontak erat dengan penderita, terutama jemaah haji yang tinggal dalam satu kamar.

"Dalam satu kamar, jemaah itu bisa tinggal 4--5 orang. Mereka yang sekamar dilakukan pemeriksaan skrining swab Covid-19, tapi tidak diminta isolasi mandiri. Hanya diimbau untuk selalu menggunakan masker kemanapun berada, termasuk ketika mereka berada di dalam kamar," ia menerangkan.

 

Disinyalir Penularan Terjadi Lokal di Arab Saudi

Kementerian Kesehatan RI mencatat 32 jemaah haji terkonfirmasi positif COVID-19 hingga Selasa, 17 Juni 2025, pukul 16.00 WAS. (Liputan6.com/Dinny Mutiah).

dr. Imran menyatakan sejak temuan kasus tersebut, pihaknya terus memantau kondisi kontak erat melalui dokter kloter yang bertugas. "Alhamdulillah empat hari atau kasus terakhir yang dinyatakan positif, belum ada lagi temuan kasus baru dan mudah-mudahan tidak ada lagi pertambahan kasus," sambungnya.

Ia juga menyatakan, berdasarkan data ketibaan mereka di Arab Saudi, ada waktu jeda paling cepat 10 hari antara tanggal kedatangan di Arab Saudi dan dikonfirmasi positif Covid-19. Rata-rata bahkan baru terdeteksi lebih dari 10 hari masa tinggal di Arab Saudi.

"Kalau melihat seperti itu ada kemungkinan ini proses penularannya lokal di Arab Saudi," kata dia.

Selain memantau kontak erat, pihaknya juga menggencarkan edukasi terkait pencegahan Covid-19, khususnya soal disiplin penggunaan masker dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Pihaknya juga memberikan booster Covid-19 kepada jemaah yang belum mendapatkan booster tahun ini.

"Kloter-kloter yang jemaahnya terjangkit Covid-19 itu oleh pemerintah Arab Saudi diberikan 1000 dosis booster Covid-19 dan kemudian kami berikan kepada jemaah-jemaah yang berada satu kloter yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan itu dilakukan sebelum puncak ibadah haji, sebelum Arafah kemarin," dia menerangkan.

Imbauan untuk Jemaah Haji Setelah Tiba di Tanah Air

Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, dr. M Imran. (dok. MCH 2025)

dr. Imran mengimbau kepada jemaah haji yang sudah kembali ke Tanah Air untuk selalu menjaga dan memantau kesehatannya, paling tidak selama 21 hari sejak tiba di rumah masing-masing. Apabila jemaah mengalami gejala batuk, pilek, demam dan disertai sesak napas dalam 21 hari, ia meminta agar jemaah segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Apakah di puskesmas atau rumah sakit dan menceritakan riwayat perjalanannya ke Arab Saudi sehingga tenaga kesehatan atau tenaga medis kita, di puskesmas atau rumah sakit, bisa memberikan penanganan yang cepat dan tepat untuk dapat ditindaklanjuti apakah ada penyakit yang terbawa ke tanah air dari Arab Saudi sehingga bisa dicegah penularannya lebih lanjut," ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI mencatat 32 jemaah haji terkonfirmasi positif COVID-19 hingga Selasa, 17 Juni 2025, pukul 16.00 WAS. Setelah mendapatkan perawatan intensif di RSAS, sambung Liliek, kondisi ke-32 jemaah haji tersebut menunjukkan perbaikan kesehatan yang signifikan. Seluruh pasien itu telah kembali ke penginapan, bahkan beberapa di antaranya telah tiba di Tanah Air.

"KKHI di Makkah dan Madinah juga beberapa kali merawat pasien COVID-19 pasca-kepulangan dari RSAS karena mereka masih memerlukan penanganan untuk gejala sesak napas akibat pneumonianya," kata Liliek Marhaendro Susilo, Kepala Pusat Kesehatan Haji di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah, Rabu, 18 Juni 2025.

Infografis Kasus COVID-19 di Asia Merangkak Naik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya