Viral Penampakan Rupiah Edisi HUT RI ke-80, BI Buka Suara

Bank Indonesia (BI) buka suara terkait beredarnya potret uang Rupiah edisi 80 Tahun Kemerdekaan RI di sejumlah platform media sosial.

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 20 Juni 2025, 12:00 WIB
Beredar potret uang Rupiah edisi 80 Tahun Kemerdekaan RI di sejumlah platform media sosial. Bank Indonesia menyebut hal tersebut hoaks. (Sumber: @iskander1873).

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) buka suara terkait beredarnya potret uang Rupiah edisi 80 Tahun Kemerdekaan RI di sejumlah platform media sosial.

BI mengungkapkan, uang tersebut bukan mata uang cetakan bank sentral dan pihaknya tidak menerbitkan uang Rupiah edisi 80 Tahun Kemerdekaan RI.

BI pun memastikan bahwa narasi terkait peredaran uang tersebut merupakan “hoax” atau kabar tidak benar.

“Hoaks: BI tidak menerbitkan uang Rupiah edisi 80 Tahun Kemerdekaan RI!,” demikian postingan BI yang dipublikasikan di platform media sosial X, Jumat (20/6/2025).

“#SobatRupiah, belakangan ini beredar video yg menampilkan uang dgn narasi Rupiah edisi “80 Tahun Kemerdekaan RI” dgn gambar Ir. Soekarno, bendera Merah Putih, peta Indonesia, Garuda Pancasila, serta tulisan dan angka “80 NKRI”. Faktanya, informasi tersebut TIDAK BENAR!,” tulis BI.

Sebelumnya, beberapa akun di platform media sosial tampak membagikan unggahan video dan potret yang digadang-gadangkan menjadi uang Rupiah edisi 80 Tahun Kemerdekaan RI.

“Estetik! Begini Penampakan uang edisi khusus HUT RI ke-80 Tahun,” demikian judul salah satu postingan itu.

 

Rupiah Lesu Dekati Kisaran Rp16.400 Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Teller menghitung mata uang Rupiah di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Secara rata-rata Rupiah mencatat depresiasi 4,53 persen akibat level yang masih lemah pada April 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Nilai tukar Rupiah (IDR) kembali melemah terhadap Dolar AS (USD) pada Kamis, 19 Juni 2025

“Pada perdagangan sore ini, mata uang Tupiah ditutup melemah 93 point, setelah sebelumnya sempat melemah 100 point di level Rp16.406 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.312,” ungkap pengamat mata uang dan pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/6/2025).

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.400 - Rp16.460,” katanya.

Pelemahan Rupiah terjadi setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya tetap pada 4,25%–4,50%.

 

AS Buka Potensi Serangan Terhadap Iran, Rupiah Ambles

Pegawai menunjukkan mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (5/1/2023). Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup turun 0,22 persen atau 34 poin ke Rp15.616,5 per dolar AS. Hal tersebut terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS 0,16 persen ke 104,41. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, pelemahan Rupiah juga terjadi ketika pejabat senior AS sedang mempersiapkan serangan potensial terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang.

Laporan Bloomberg menyebutkan, meskipun rencana masih belum pasti, beberapa pejabat menunjuk akhir pekan sebagai kemungkinan waktu untuk bertindak.

Sebelumnya, laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah memberi tahu para pembantu seniornya pada Selasa malam bahwa ia telah menyetujui rencana untuk menyerang Iran tetapi menghentikan tindakan tersebut untuk melihat apakah Teheran akan mundur dari ambisi nuklirnya.

Infografis Beda Rupiah 1998 dengan 2018 terhadap Dolar AS. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya