Liputan6.com, Tel Aviv - Iran meluncurkan sebuah rudal ke arah Israel pada Kamis (19/6/2025) yang melepaskan bom-bom kecil dengan tujuan meningkatkan jumlah korban sipil. Demikian klaim militer Israel dan kedutaan besarnya di Washington.
"Hari ini, Angkatan Bersenjata Iran menembakkan sebuah rudal yang mengandung submunisi kluster (bom-bom kecil) ke wilayah padat penduduk di Israel," demikian pernyataan kedutaan dalam surel kepada Reuters, tanpa menyebutkan lokasi secara spesifik, seperti dilansir CNA.
Advertisement
"Bom kluster dirancang untuk tersebar di area yang luas dan memaksimalkan kemungkinan serangan yang membahayakan."
Surel yang sama menambahkan, "Iran secara melanggar hukum sengaja menembakkan senjata ke pusat-pusat populasi sipil dan berupaya memaksimalkan kerusakan terhadap warga sipil di sana dengan menggunakan munisi penyebar luas."
Laporan-laporan media Israel mengutip pernyataan militer Israel menyebutkan bahwa hulu ledak rudal yang ditembakkan Iran terbelah pada ketinggian sekitar 7 km dan melepaskan sekitar 20 bom-bom kecil dalam radius sekitar 8 km di wilayah tengah Israel.
Salah satu bom kecil disebut menghantam sebuah rumah di Kota Azor, Israel tengah, menyebabkan kerusakan. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa terkait ini.
Bahaya Bom Curah
Bom curah atau bom kluster atau bom tandan menjadi kontroversial karena menyebarkan bom-bom kecil secara sembarangan, beberapa di antaranya bisa gagal meledak dan berpotensi menimbulkan korban jauh setelah konflik berakhir.
Militer Israel merilis sebuah grafik sebagai peringatan publik akan bahaya dari bahan peledak yang belum meledak.
"Rezim teror berupaya menyakiti warga sipil dan bahkan menggunakan senjata dengan penyebaran luas demi memaksimalkan cakupan kerusakan," ujar juru bicara militer Israel Brigadir Jenderal Effie Defrin.
Daryl Kimball, direktur eksekutif organisasi advokasi Arms Control Association, mengatakan, "Senjata ini sangat berbahaya karena daya hancurnya yang meluas, terlebih jika digunakan di area yang padat penduduk dan dapat menambah jumlah bahan peledak yang belum meledak dari konflik."
Dengan mencatat bahwa rudal-rudal Iran bisa saja tidak akurat, dia menyatakan Iran seharusnya sadar bahwa bom curah akan mengenai target-target sipil alih-alih target militer.
Iran dan Israel menolak untuk menandatangani perjanjian internasional tahun 2008 yang melarang produksi, penyimpanan, transfer, dan penggunaan bom kluster, yang telah ditandatangani oleh 111 negara serta 12 entitas lainnya.