Kadin Ajak Pengusaha Belanda Investasi di Tanggul Laut Raksasa Pulau Jawa

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mempromosikan peluang investasi ke pengusaha Belanda, salah satunya tanggul laut raksasa.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 16 Juni 2025, 14:00 WIB
Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, Rapimnas Kadin 2024 akan fokus menghasilkan rekomendasi terbaik dukung Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengajak pengusaha Belanda untuk turut serta dalam pembangunan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall di pantai utara Jawa.

Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri Belanda, Michiel Sweers, Anindya menekankan pentingnya dukungan dan keahlian Belanda, yang telah terbukti selama lima abad dalam pengelolaan air, tanggul, dan delta plan.

“Proyek ini lebih dari sekadar pertahanan terhadap banjir dan penurunan tanah. Ini adalah undangan untuk menciptakan koridor pertumbuhan Indonesia berikutnya,” kata Anindya di Jakarta dikutip dari ANTARA, Senin (10/6/2025).

Proyek Strategis Bernilai Rp1.297 Triliun

Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, menempatkan pembangunan tanggul laut raksasa sebagai proyek strategis nasional.

Proyek ini akan membentang sepanjang 500 kilometer dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dengan estimasi biaya mencapai 80 miliar dolar AS atau setara Rp1.297 triliun.

Dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di JICC Jakarta, Presiden Prabowo menyebut bahwa pembangunan tanggul laut raksasa ini akan memakan waktu hingga 20 tahun.

 

Antisipasi Banjir Rob dan Perubahan Iklim

Perahu nelayan melintas di dekat proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall di Cilincing, Jakarta, Kamis (15/3). Tanggul laut raksasa ini diharapkan mampu mencegah rob yang kerap melanda pesisir Jakarta. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Proyek giant sea wall kembali mendapat sorotan karena meningkatnya risiko banjir rob dan dampak perubahan iklim ekstrem di wilayah pesisir utara Jawa.

Belanda dianggap sebagai mitra ideal karena pengalaman panjangnya dalam menangani tantangan serupa.

Pemerintah Indonesia juga berencana membentuk Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa untuk mempercepat realisasi proyek ini.

 

Peluang Investasi dan Kemitraan Jangka Panjang

Tanggul itu akan memanjang dari Banten sampai Jawa Timur. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kadin melihat proyek ini sebagai peluang besar bagi kemitraan sektor swasta, terutama dalam skema pembiayaan infrastruktur air.

Anindya menyebut bahwa kerja sama yang sudah dibahas secara government-to-government (G2G) dapat diperluas ke sektor swasta.

Ia optimistis, dengan dukungan Belanda, proyek ini bisa menjadi tonggak baru dalam pengembangan ekonomi dan perlindungan lingkungan di Indonesia.

“Saya percaya kerja sama ini akan menjadi tonggak yang sangat besar,” pungkas Anindya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya