Dari Tuchel ke Maresca: Piala Dunia Antarklub Bisa Jadi Momen Evolusi Chelsea

Chelsea tampil di Piala Dunia Antarklub 2025 berkat kejayaan era Tuchel. Kini, dengan skuad muda dan wajah baru, mampukah mereka bersaing di level tertinggi?

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 14 Juni 2025, 03:39 WIB
Hasil ini membuat Chelsea mengemas 28 poin dari 14 laga, bertengger di peringkat 2 klasemen Liga Inggris. Sementara Southampton masih di posisi juru kunci klasemen Liga Inggris dengan 5 poin. (Andrew Matthews/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia Antarklub 2025 bisa menjadi momen penting bagi Chelsea, tapi juga penuh tanda tanya. Klub London itu tampil di turnamen ini berkat prestasi masa lalu, bukan hasil era sekarang.

Chelsea yang tampil di Amerika Serikat tahun depan bukan lagi Chelsea yang sama saat juara Liga Champions 2021. Kini mereka hadir dengan pelatih, pemain, dan bahkan pemilik yang sepenuhnya berbeda.

Perjalanan ini bukan hanya tentang mengejar trofi dunia, tapi juga mencerminkan betapa drastisnya transformasi Chelsea sejak era Thomas Tuchel. Dari klub yang mapan menjadi proyek ambisius yang masih mencari bentuk.


Warisan Tuchel dan Perubahan Besar di Chelsea

Chelsea meraih kemenangan 3-1 atas Wolverhampton Wanderers pada laga pekan ke-22 Liga Inggris 2024-2025 di Stadion Stamford Bridge, Senin (20/1/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Thomas Tuchel tidak akan berada di pinggir lapangan saat Chelsea berlaga di Piala Dunia Antarklub 2025. Namun, kehadiran mereka di turnamen ini sepenuhnya berkat pencapaian sang pelatih tiga tahun lalu.

Kemenangan Chelsea atas Manchester City di final Liga Champions 2021 menjadi tiket emas mereka ke ajang ini. Sejak itu, klub telah lima kali berganti pelatih dan hanya Reece James yang tersisa dari skuad final tersebut.

Para pahlawan lama kini tersebar di berbagai klub. Cesar Azpilicueta di Atletico Madrid, Thiago Silva kembali ke Brasil, Jorginho membela Flamengo, dan Olivier Giroud siap melawan mantan timnya bersama LAFC.

Chelsea yang kini hadir adalah entitas baru: tidak lagi bertumpu pada pengalaman, tapi mengandalkan kebijakan agresif membeli pemain muda dan investasi panjang.


Tim Baru, Tantangan Baru

Pelatih kepala Chelsea asal Italia, Enzo Maresca, memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Fulham dan Chelsea di Craven Cottage di London pada tanggal 20 April 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Era baru Chelsea bukan hanya ditandai pergantian pelatih dan pemain, tetapi juga pendekatan yang benar-benar berbeda. Piala Dunia Antarklub bisa menjadi cerminan dari eksperimen besar mereka.

Enzo Maresca memanggil skuad yang minim pemain bintang lama. Nama-nama seperti Raheem Sterling dan Joao Felix absen, digantikan oleh pemain muda seperti Liam Delap dan Dario Essugo.

Andrey Santos kembali dari masa pinjaman dengan performa meyakinkan. Sementara Mike Penders, kiper muda dari Genk, berpeluang mencatat debut internasional di turnamen besar ini.

Kehadiran mereka bukan hanya untuk menambal skuad, tapi menjadi indikator arah pembangunan Chelsea: Muda, agresif, dan berani mengambil risiko.


Ujian Finansial dan Prestasi di Depan Mata

Chelsea - Ilustrasi Logo Chelsea (Bola.com/Adreanus Titus)

Di balik sisi teknis, partisipasi Chelsea di Piala Dunia Antarklub juga menyimpan potensi keuntungan besar. Dengan pendapatan minimum £30 juta dan kemungkinan lebih dari £100 juta jika menjadi juara, turnamen ini bisa menjadi penopang penting bagi neraca keuangan klub.

Chelsea memang berada di bawah tekanan regulasi PSR (Profit and Sustainability Rules), dan turnamen ini bisa jadi “pengungkit” baru untuk menjaga keseimbangan laporan keuangan.

Di lapangan, tantangan tidak kalah berat. Chelsea tergabung bersama LAFC, Flamengo, dan ES Tunis. Jika hanya finis sebagai runner-up grup, mereka bisa langsung bersua Bayern Munich di babak 16 besar.

Namun jika mampu juara grup, perempat final melawan PSG bisa menjadi ujian sesungguhnya: Seberapa jauh Chelsea telah berkembang sejak terakhir bersua elite Eropa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya