Indonesia Bakal Jual Beras ke Malaysia, Siapa Eksportirnya?

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kabar terbaru rencana ekspor beras ke Malaysia. Menurutnya, proses ekspor akan digarap oleh pihak swasta.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 12 Juni 2025, 20:40 WIB
Pekerja saat bongkar muat karung berisi beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/9/2022). Kenaikan harga BBM bersubsidi berdampak pada melonjaknya harga beras di Pasar Induk Cipinang hingga Rp 2.000 - Rp 3.000 per kilogram akibat bertambahnya biaya transportasi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kabar terbaru rencana ekspor beras ke Malaysia. Menurutnya, proses ekspor akan digarap oleh pihak swasta.

Dia menjelaskan, ekspor beras dari Indonesia ke Malaysia ini dilakukan dalam perjanjian bisnis. Hal tersebut disepakati oleh pengusaha kedua negara.

"itu B to B. Ini sudah sepakat antara pengusaha Malaysia dengan pengusaha Indonesia," ungkap Mentan Amran, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Skema business to business (B to B) tersebut, kata Amran, bukan dilakukan oleh perusahaan pelat merah. Melainkan oleh perusahaan swasta.

"Dengan perusahaan swasta," ujar dia.

Amran tak bicara banyak mengenai volume ekspor beras yang akan dikirim ke Malaysia. Menurutnya, jumlah itu akan diputuskan dalam perjanjian bisnis antara pengusaha kedua negara. "Tergantung mereka nanti," singkatnya.

Rencana Ekspor 2 Ribu Ton Per Bulan

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan Indonesia ekspor 2 ribu ton beras per bulan ke Malaysia. Beras yang akan dieskpor ini berasal dari Kalimantan Barat.

“Iya (ekspor 2 ribu ton). Kami berencana kirim dari yang terdekat (dengan Malaysia), dari Kalimantan Barat,” ucap Amran dikutip dari Antara, Jumat (30/5/2025).

Kerja sama ekspor beras ini antarbisnis atau business to business (B-to-B). Dengan mengirimkan 2 ribu ton per bulan maka dalam setahun beras yang masuk Malaysia 24 ribu ton per tahun.

 

Tak Dibatasi

Pedagang memeriksa kondisi beras di pasar Cibubur, Jakarta, Senin (19/2/2024). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

 

Meskipun demikian, Amran menyampaikan bahwa asal beras tersebut tidak terbatas dari Kalimantan Barat. Apabila ada perusahaan-perusahaan lainnya yang berlokasi dekat dengan Malaysia, mereka bisa mengekspor beras ke Malaysia.

Soal kapan ekspor tersebut akan dimulai, Amran membebaskannya kepada pelaku bisnis yang terlibat. Amran juga membebaskan kepada pelaku bisnis ihwal jenis beras yang ingin diekspor. Baik beras yang berkualitas medium hingga premium, menurut Amran tidak ada masalah.

Yang terpenting, lanjut dia, adalah memastikan pemenuhan kebutuhan beras di dalam negeri.“Pasti prioritas di dalam negeri dulu,” ucapnya.

 

 

Restu Prabowo

Perum Bulog mengimpor beras dari beberapa negara total mencapai 500 ribu ton. Pada Jumat (16/12/2022), fase pertama impor telah tiba di pelabuhan Tanjung Priok.

Selain kepada Malaysia, ia juga menyampaikan bahwasanya Indonesia siap mengekspor beras ke negara anggota ASEAN lainnya.

“Arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kalau negara sahabat, negara tetangga apalagi, butuh beras, akan kami siapkan,” ucap Amran.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan "lampu hijau" terhadap rencana ekspor komoditas beras Indonesia ke Malaysia.

Sudaryono menjelaskan komunikasi dengan pihak Malaysia sudah dilakukan, termasuk bertemu langsung dengan pengusaha asal negara tersebut yang menyatakan minat untuk mengimpor beras dari Indonesia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya