Otorita IKN Mulai Bangun Jalan Akses ke KIPP Senilai Rp 3,04 Triliun

Pembangunan akses jalan ke KIPP IKN di tahun ini dilakukan oleh tiga lembaga dengan dukungan APBN. Simak rinciannya dalam tulisan berikut ini.

oleh Arthur GideonDiperbarui 12 Juni 2025, 17:17 WIB
Foto menunjukkan Istana Kepresidenan Indonesia di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada tanggal 11 Juli 2024. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menandai babak baru dalam perannya sebagai pelaksana utama pembangunan IKN. Untuk pertama kalinya, Otorita IKN memulai pembangunan fisik secara mandiri lewat penandatanganan kontrak tujuh paket proyek infrastruktur jalan dan dua paket pengawasan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), serta kerja sama dengan 16 tenant pelopor layanan publik.

Penandatanganan kontrak dilakukan di City Hall, Kantor Otorita IKN, Rabu (11/6/2025). Total nilai kontrak untuk proyek jalan mencapai Rp 3,04 triliun dengan panjang ruas jalan 12,2 kilometer di area KIPP 1B dan 1C. Sementara dua paket pengawasan bernilai Rp 24,5 miliar.

“Ini adalah kontrak single-year yang harus selesai dalam 232 hari kerja. Tidak ada alasan untuk menunda. Semangat kerja keras tiga shift per hari yang pernah ditunjukkan sebelumnya harus kembali dihidupkan," tegas Kepala otorita IKN Basuki Hadimuljono.

Basuki menambahkan, pembangunan fisik di IKN tahun ini dilakukan oleh tiga lembaga dengan dukungan APBN: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta OIKN.

Proyek-proyek jalan ini menjadi bagian dari Batch 1 untuk anggaran tahun 2025.

“Pekerjaan ini akan membuka akses menuju KIPP 1B dan 1C, mengembangkan area seluas 6.700 hektare yang akan difungsikan untuk sektor pendidikan, kesehatan, serta fasilitas kota berkonsep mixed use,” ujar Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN Danis H. Sumadilaga.

Rincian Proyek Jalan dan Pengawasan:

  • Peningkatan Jalan Paket A–G di KIPP 1B dan 1C
  • Pengawasan Peningkatan Jalan Paket 1 & 2 di lokasi yang sama.

 

Gandeng 16 Tenant Layanan Publik

Tepat dua pekan dari hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya akan melaksanakan upacara HUT RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 mendatang. RI 1 juga sempat menjajal untuk berkantor di IKN selama 3 hari, dengan bermalam di Kantor Presiden yang dinamai Istana Garuda. (Dok. Kementerian PUPR)

Selain pembangunan jalan, OIKN juga menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan 16 tenant dari berbagai sektor yang akan menyediakan layanan publik di kawasan KIPP. Mulai dari layanan perbankan, minimarket, makanan, laundry, hingga salon dan barbershop.

Daftar Tenant:

  1. Excelso
  2. Coca-Cola (vending machine)
  3. ATM Bank BRI
  4. Indomaret
  5. Che’s Coffee
  6. Waroeng Pojok
  7. Brada Bakeshop
  8. Waroeng Nusantara
  9. D’Penyetz & D’Cendol
  10. Tomodachi
  11. Fresh Laundry
  12. Boss Barbershop
  13. Salon Mei-Mei
  14. BNI Banking Café
  15. Livin Lounge by Bank Mandiri
  16. ATM Bank Danamon

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penciptaan kota yang ramah, inklusif, dan siap huni. OIKN ingin memastikan bahwa pembangunan IKN tak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem kehidupan yang terintegrasi.

Kegiatan hari ini, menurut OIKN, merupakan simbol perubahan besar dalam pendekatan pembangunan kota—dari sekadar membangun infrastruktur menjadi merancang kota masa depan yang produktif dan manusiawi.

 

Transparansi

Dengan target pembangunan tambahan 12,2 km jalan dalam waktu enam bulan ke depan, OIKN berharap bisa mendorong lebih banyak investor masuk ke kawasan IKN.

“Ini akan menjadi pemicu masuknya investasi-investasi baru yang akan mempercepat tumbuhnya kawasan IKN secara keseluruhan,” jelas Danis.

Komitmen terhadap transparansi, inovasi, dan tata kelola yang berkelanjutan pun menjadi pijakan OIKN dalam mewujudkan IKN sebagai simbol Indonesia masa depan yang tangguh dan kompetitif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya