Redam Protes Kebijakan Imigrasi, Trump Gandakan Garda Nasional Jadi 4.000 Pasukan di Los Angeles

Bagaimana reaksi pemerintah negara bagian atas keputusan Trump mengirim garda nasional dan marinir ke Los Angeles? Berikut selengkapnya!

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 10 Juni 2025, 19:27 WIB
Di sisi lain, pejabat negara bagian California menegaskan akan menggugat keputusan pemerintahan Trump karena menginjak-injak kewenangan Gubernur Gavin Newsom. (Apu GOMES/AFP)

Liputan6.com, Washington, DC - Pemerintahan Donald Trump mengerahkan tambahan 2.000 personel Garda Nasional untuk membantu menangani unjuk rasa di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS), menentang kebijakan imigrasinya.

Mereka akan bergabung dengan 2.000 personel Garda Nasional yang sebelumnya sudah dijadwalkan untuk ditempatkan di seluruh wilayah Los Angeles dan satu kontingen yang terdiri dari hingga 700 Marinir yang dimobilisasi oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Gubernur California Gavin Newsom mengecam keputusan Trump, menyebutnya sebagai tindakan yang sembrono dan tidak ada gunanya. Dia mengklaim bahwa hanya beberapa ratus dari pasukan Garda Nasional tahap awal yang benar-benar telah dikerahkan.

"Ini bukan soal keamanan publik," kata Newsom seperti dilansir Independent. "Ini soal memuaskan ego seorang presiden yang berbahaya."

Pengerahan pasukan ini dilakukan setelah bentrokan yang terjadi pada Minggu (8/6) malam, ketika para demonstran turun ke jalan menentang penggerebekan yang dilakukan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) terhadap para imigran. Sejumlah mobil dibakar, penjarahan dilaporkan terjadi di pusat Kota Los Angeles, dan setidaknya 42 orang ditangkap.

Sebelumnya pada Senin (9/6), Newsom menggugat pemerintah federal atas pengerahan awal Garda Nasional, yang menurutnya justru memperkeruh situasi. Dia mengklaim bahwa pengerahan tersebut ilegal karena dilakukan tanpa permintaan dari dirinya selaku gubernur.

Kata Wali Kota Los Angeles

Sebelumnya, Gubernur California Gavin Newsom telah mengingatkan bahwa kehadiran Garda Nasional akan memanaskan situasi. (ETIENNE LAURENT/AFP)

Wali Kota Los Angeles Karen Bass turut menyalahkan pejabat federal atas terjadinya protes kacau di kota tersebut selama akhir pekan, dengan berargumen bahwa strategi agresif operasi penangkapan imigran kemungkinan besar memicu kemarahan massal.

"Tak satupun dari hal ini seharusnya terjadi," ujarnya kepada ABC7 pada Senin. "Mengapa kita perlu melakukan operasi penangkapan? Sudah sangat jelas bahwa jika operasi penangkapan terjadi di sana, komunitas akan merespons dengan cara yang sangat negatif. Saya sudah berusaha menyampaikan hal itu. Sayangnya, saya tidak berhasil."

Wali kota juga mengecam keputusan selanjutnya untuk mengirim pasukan Garda Nasional dan marinir guna memperkuat polisi lokal.

"Ini bukan kerusuhan yang terjadi di seluruh kota seperti yang pernah terjadi di kota kami sebelumnya," terang Bass, merujuk pada kerusuhan Rodney King tahun 1992, ketika pejabat memanggil tentara dan marinir untuk membantu polisi lokal dalam mengembalikan ketertiban.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya