Pertikaian Terbuka Trump vs Elon Musk, Akhir Hubungan Politik?

Apa yang membuat hubungan erat antara Donald Trump dan Elon Musk hancur hingga saling serang di media sosial?

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 08 Juni 2025, 17:00 WIB
Donald Trump tiba sekitar satu jam sebelum peluncuran uji terbang roket SpaceX Starship. (Brandon Bell/Getty Images North America/Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Washington D.C - Hubungan yang dahulu erat antara mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan miliarder teknologi Elon Musk kini berada di ujung tanduk.

Dalam wawancara terbaru dengan NBC News, Trump menyatakan bahwa relasi mereka telah usai, dan ia tidak berniat untuk memperbaikinya.

"Saya kira begitu," ujar Trump ketika ditanya apakah hubungan mereka sudah berakhir.

Ketika ditanya apakah ia ingin memperbaiki hubungan tersebut, Trump menjawab tegas, "Tidak."

Mengutip BBC, Minggu (8/6/2025), pernyataan itu menandai babak terbaru dari perseteruan publik antara keduanya, yang semakin memanas di media sosial. Keretakan dimulai setelah Musk secara terbuka mengkritik rancangan undang-undang pajak dan pengeluaran yang menjadi kebijakan domestik utama Trump.

Padahal, sebelumnya Musk dikenal sebagai pendukung kuat Trump, bahkan menyumbangkan sekitar USD 250 juta untuk kampanye presidennya dan sempat menjabat sebagai kepala lembaga Department of Government Efficiency (Doge).

Musk, CEO Tesla dan SpaceX, mulai menyuarakan kritik terhadap RUU yang dijuluki "Big Beautiful Bill" karena dinilai akan menambah triliunan dolar pada defisit nasional dan menggagalkan misi efisiensi anggaran pemerintah yang selama ini diusungnya saat memimpin Doge.

Setelah mundur dari jabatan tersebut dalam waktu singkat—hanya 129 hari—Musk menyebut RUU itu sebagai "abomination" dalam unggahan di platform miliknya, X, namun tidak secara langsung menyinggung Trump.

Ketegangan memuncak ketika Trump mengungkapkan kekecewaannya dan menyebut Musk telah bersikap "tidak hormat terhadap lembaga kepresidenan."

Saling Serang di Medsos

Ini menjadi kunjungan pertama Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump ke peluncuran Starship. (Brandon Bell/Getty Images North America/Getty Images via AFP)

Elon Musk kemudian membalas dengan serangkaian unggahan kontroversial, termasuk tuduhan bahwa Trump tidak akan memenangkan pemilu tanpa dukungannya, serta menyebut nama Trump terkait dengan berkas Jeffrey Epstein. Unggahan tersebut kemudian dihapus, sementara pengacara Epstein membantah tuduhan itu.

Sebagai tanggapan, Trump menyebut Musk telah “gila” dan mengancam akan membatalkan kontrak pemerintah dengan perusahaan-perusahaan milik Musk.

Perseteruan ini tidak hanya menjadi konsumsi publik, tapi juga mengundang reaksi dari lingkaran dalam Partai Republik. Wakil Presiden JD Vance menilai tindakan Musk sebagai "kesalahan besar" dan menyebut bahwa Musk mungkin tidak akan diterima kembali di lingkaran politik konservatif.

Trump bahkan memperingatkan bahwa jika Musk mendukung kandidat Demokrat dalam pemilu sela mendatang, terutama yang menantang anggota legislatif pendukung RUU pajaknya, maka ia akan menghadapi "konsekuensi serius."

Infografis Prediksi Gebrakan Awal Presiden AS Donald Trump. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya