Liputan6.com, Yogyakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Pratikno mengatakan perguruan tinggi saat ini harus menjadi ruang transformatif bagi para calon profesional muda. Oleh karena itu lulusan perguruan tinggi tidak hanya sekedar menjadi pencari kerja, namun sebaliknya mampu membuka dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Jangan berpuas diri menjadi job seeker, tapi jadilah job creator. Jangan hanya menjadi follower, jadilah inovator yang menciptakan solusi untuk tantangan global yang terus berubah,” kata Pratikno dalam video sambutannya.
Advertisement
Soal disrupsi teknologi dengan kemajuan kecerdasan buatan dan digitalisasi menurut Pratino tidak hanya menciptakan tantangan kehilangan pekerjaan tradisional, tetapi juga membuka peluang bagi munculnya profesi-profesi baru di bidang digital.
“Hari ini kita menyaksikan world of a new paradigm dalam pendidikan tinggi di Indonesia. GIK UGM mengundang setiap mahasiswa dan industri untuk menjadi bagian dalam transformasi ini,” katanya.
Menteri Pratikno mengatakan harus ada sinergi antara kampus dan industri dalam membangun ekosistem yang tidak hanya menghasilkan talenta berkualitas tapi juga solusi inovatif untuk masa depan yang berkelanjutan. Sehingga tercipta lapangan kerja baru.
Simak Video Pilihan Ini:
Kolaborasi Kampus dan Industri
Rektor UGM, Ova Emilia, memberi catatan penting sinergi antara kampus dan industri dalam mewujudkan komitmen menyiapkan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap transformasi teknologi dan siap berkontribusi di panggung global.
”Kegiatan ini bukan sekadar ajang rekrutmen, tetapi juga platform pembelajaran dan kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa dengan pemimpin industri dari perusahaan global,” terangnya.
Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, mengatakan sebagai pusat inovasi, kewirausahaan, dan kolaborasi multidisiplin, GIK UGM terus berperan sebagai penghubung strategis antara kampus dan industri.
“Melalui Career Day, kami ingin memperluas akses mahasiswa terhadap jejaring profesional dan pengalaman dunia kerja sejak dini,” tuturnya.
Selain itu, momentum SAP Career Day turut dimanfaatkan untuk memperkuat kemitraan strategis antara UGM dan Systems, Applications, and Products in Data Processing (SAP) Indonesia. Melalui penandatanganan nota kesepahaman, kedua pihak sepakat menyediakan akses pelatihan digital, sertifikasi internasional, dan program SAP Learning Hub yang terintegrasi dengan proses pembelajaran di kampus. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UGM mendorong lahirnya talenta digital yang unggul dan berdaya saing tinggi yang dapat menciptakan lapangan kerja baru.