Liputan6.com, Gorontalo - Warga Gorontalo memiliki cara unik dalam mengolah daging kurban. Salah satunya dengan menyajikan satai rica bawang, kuliner khas yang selalu hadir saat Idul Adha dan menjadi favorit masyarakat di daerah berjuluk Serambi Madinah itu.
Menu ini menggunakan daging sapi atau daging kambing yang ditusuk, dibumbui dengan perasan jeruk nipis dan garam, lalu dibakar di atas bara api hingga matang.
Advertisement
Setelah matang, satai disajikan dengan siraman sambal rica bawang yang terbuat dari cabai rawit lokal jenis samia, bawang merah, garam, dan sedikit penyedap rasa.
Bahan-bahan tersebut dihaluskan dan kemudian disiram dengan minyak kelapa kampung yang sudah dipanaskan sebelumnya. Setelah disiram, diamkan selama lima menit hingga suhu turun sebelum disajikan bersama satai.
“Kalau di Gorontalo, satai rica bawang memang melegenda, apalagi saat Hari Raya Kurban,” ujar Yusni, warga Bone Bolango, saat ditemui saat perayaan Idul Adha kepada Liputan6.com, Sabtu (7/6/2025).
Ia menambahkan, satai rica bawang memiliki cita rasa yang berbeda dibanding satai dari daerah lain.
Rasa pedas dari sambal rica dan aroma gurih dari daging bakar membuat sajian ini menjadi kuliner khas yang tak tergantikan.
“Kalau sate pada umumnya punya rasa manis dan pedas, rica bawang menawarkan sensasi pedas murni dan rasa gurih dari daging yang dibakar,” katanya.
Yusni juga membandingkan, di daerah seperti Purwakarta ada sate maranggi yang memiliki karakteristik tersendiri, sementara di Gorontalo, satai rica bawang menjadi identitas kuliner lokal saat Hari Raya Kurban.