Kim Jong Un Janjikan Dukungan Penuh untuk Rusia, Bahas Penguatan Aliansi Strategis

Bagaimana penguatan kerja sama yang dijalin antara Rusia dan Korea Utara?

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 05 Juni 2025, 19:40 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akhirnya saling bertemu di pusat antariksa Rusia Kosmodrom Vostochny (AFP).

Liputan6.com, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan dukungan tanpa syarat kepada Rusia atas posisinya dalam konflik Ukraina dan kebijakan luar negerinya.

Pernyataan itu disampaikan Kim saat bertemu dengan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergei Shoigu, pada Rabu (4/6/2025), menurut laporan media pemerintah Korea Utara, KCNA.

Dalam pertemuan tersebut, Kim menyatakan bahwa Korea Utara akan "secara bertanggung jawab mematuhi ketentuan perjanjian" yang telah ditandatangani bersama Moskow.

"Pemerintah Republik Demokratik Rakyat Korea akan terus mendukung tanpa syarat posisi Rusia dan kebijakan luar negerinya," ujar Kim seperti dikutip KCNA melalui Malay Mail, Kamis (5/6). 

Pertemuan antara Kim dan Shoigu ini merupakan bagian dari upaya mempererat kemitraan strategis antara kedua negara yang belakangan kian solid, terutama di tengah isolasi global yang mereka hadapi dari negara-negara Barat.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah implementasi dari perjanjian kerja sama strategis yang ditandatangani saat kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pyongyang tahun lalu. Perjanjian tersebut mencakup pakta pertahanan bersama yang menyatakan bahwa kedua negara akan saling memberikan bantuan militer segera jika salah satu dari mereka menghadapi agresi bersenjata.

Selain isu pertahanan, Kim dan Shoigu juga membahas kerja sama lintas sektor yang lebih luas, termasuk peningkatan kemitraan strategis komprehensif di berbagai bidang.

 

Pyongyang dan Moskow Makin Mesra?

Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang Sunan International Airport pada Rabu (19/6/2024). (Dok. AP Photo/Gavriil Grigorov, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Pertemuan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Korea Utara dan Rusia semakin menyelaraskan kepentingan mereka di tengah ketegangan global yang terus meningkat. Dukungan eksplisit dari Pyongyang terhadap Moskow dalam isu Ukraina, misalnya, memperkuat posisi Rusia secara simbolis di panggung internasional.

Langkah ini juga menunjukkan bagaimana kedua negara berupaya menanggapi tekanan sanksi dan isolasi dengan mempererat aliansi militer dan diplomatik. Bagi Korea Utara, kemitraan ini bisa menjadi jalur strategis untuk mempertahankan stabilitas internal sekaligus memperluas pengaruh di kawasan.

Sementara itu, pihak Barat telah lama menyoroti potensi transfer senjata antara Pyongyang dan Moskow, meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai hal itu dalam pertemuan terakhir ini.

 

Infografis Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya