Diduga Candu Judi Online, Karyawan PT Pos di Pekanbaru Bawa Kabur Uang Ratusan Juta dalam Brankas

Karyawan PT Pos Indonesia di Pekanbaru mencuri uang ratusan di brangkas kantornya karena kecanduan narkoba dan judi online.

oleh M SyukurDiperbarui 03 Juni 2025, 21:28 WIB
Salah satu tersangka pencurian di PT Pos Indonesia Pekanbaru terekam CCTV sebelum beraksi mencurigakan uang di brangkas. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - Puluhan tahun bekerja sebagai karyawan di PT Pos Indonesia rusak dalam sehari karena lilitan utang diduga dari judi online dan kecanduan narkoba. Begitulah nasib yang kini menimpa FSY, karyawan Pos di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

FSY ditangkap personel Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru setelah membobol brankas kantor bersama temannya berinisial DR. Uang kas Rp517 juta langsung dibawa kabur.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Komisaris Bery Juana Putra SIK menjelaskan, pencurian di kantor Pos terjadi pada 21 Mei 2025 malam. Aksi tersangka ketahuan setelah sekuriti mengecek ruangan kas dan rekaman CCTV.

FSY leluasa membuka brankas karena pada saat kejadian mendapatkan shift malam. Menajemen selalu mempercayakan karyawan jaga malam memegang kunci brangkas.

"Sehari sebelumnya sudah direncanakan bersama tersangka DR," kata Bery, Selasa petang, 3 Juni 2025.

Tersangka DR merupakan residivis pencurian dengan pemberatan. Dia sudah berteman lama dengan FSY yang sudah puluhan tahun bekerja di PT Pos Indonesia.

Entah siapa yang merendahkan terlebih dahulu, kedua tersangka ini sebelum kejadian lagi membutuhkan uang. Tersangka FSY karena lilitan hutang serta kecanduan narkoba sementara DR untuk kehidupannya sehari-hari dan kecanduan narkoba juga.

"Keduanya sama-sama positif narkoba, uang kejahatan ada yang dibelikan untuk narkoba, bayar utang diduga kecanduan judi online dan titip ke sejumlah orang," kata Bery.

Dalam penangkapan, polisi menemukan uang Rp360 juta hasil kejahatan keduanya. Uang dimaksud sudah disita dan dijadikan sebagai barang bukti kejahatan.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya