Liputan6.com, Jakarta - Pengaruh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di tengah masyarakat Papua semakin menurun. Masyarakat kian menunjukkan penolakan terhadap aksi kekerasan yang selama ini dilakukan oleh kelompok separatis tersebut, dan lebih memilih jalan damai serta pembangunan.
Tokoh adat Kabupaten Jayawijaya, Yulianus Magai, menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan OPM yang dianggap hanya menyebar ketakutan.
Advertisement
“Kami sudah bosan dengan provokasi yang terus-menerus datang dari OPM. Mereka bicara soal perjuangan, tapi yang kami lihat adalah kekerasan, pembakaran, dan ketakutan. Itu bukan perjuangan, itu penjajahan atas rakyat sendiri,” tegas Yulianus.
Seiring meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat, partisipasi dalam pembangunan dan pelayanan publik pun mengalami peningkatan, bahkan di wilayah-wilayah yang sebelumnya berada di bawah pengaruh OPM.
Sejumlah kepala suku telah menyatakan dukungan terbuka terhadap pemerintah dan aparat keamanan untuk mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera.
Pengamat politik dari Universitas Cenderawasih, Frans Makabori, menilai menurunnya pengaruh OPM sebagai hasil dari proses transformasi sosial yang sedang berlangsung di Papua.
“Akses informasi, pendidikan, serta semakin kuatnya kehadiran negara melalui pembangunan, membuat masyarakat lebih sadar dan berpikir rasional. Mereka tidak lagi mudah terprovokasi oleh narasi lama yang terus diulang oleh OPM,” jelas Frans.
Langkah pemerintah yang menekankan pendekatan humanis dinilai efektif. Program pembangunan yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan aparat keamanan dijalankan dengan mengedepankan kearifan lokal.
Salah satu contohnya terlihat di Kampung Eronggobak, Distrik Omukia, di mana warga dan prajurit TNI menjalin hubungan harmonis. Setiap Minggu, mereka menggelar ibadah bersama yang dipimpin oleh Pratu Jitro dari Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti.
“Ini adalah bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Panglima Komando Operasi TNI (Pangkoops) Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto.
Kehadiran TNI Perkuat Ikatan Sosial
Ia menegaskan bahwa kehadiran prajurit TNI di Papua tidak hanya dalam konteks pengamanan wilayah, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kekeluargaan dengan masyarakat.
“Para prajurit kita tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Papua. Kegiatan seperti yang ada di Eronggobak ini menunjukkan bagaimana kasih dan persaudaraan bisa melampaui segala batas dan menyatukan kita semua,” tambahnya.