Kolaborasi Pelaku UMKM Tingkatkan Kualitas Produk Bergizi di Yogyakarta

Yogyakarta merupakan satu-satunya daerah istimewa berbasis sejarah dan kebudayaan

oleh Panji PrayitnoDiperbarui 01 Juni 2025, 21:12 WIB
Suasana pelatihan pemberdayaan UMKM di Yogyakarta. (Ist)

Liputan6.com, Yogyakarta Sejumlah pelaku UMKM Yogyakarta terus didorong untuk meningkatkan kualitas produk mereka yang memiliki kandungan gizi baik. 

Direktur Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana mengatakan, salah satu upaya tersebut dengan menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat. 

Ia mengatakan, tujuan utama pemberdayaan tersebut untuk mendorong efektifitas program makan bergizi gratis (MBG) di Yogyakarta. 

“Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pemenuhan gizi yang baik, khususnya bagi anak-anak usia dini, peserta didik (TK, SD, SMP, SMA, SLB, sekolah agama, pondok pesantren), ibu hamil, ibu menyusui, dan balita khususnya di wilayah Sleman,” tutur Tengku Syahdana saat ikut sosialisasi di Yogyakarta, Selasa (27/5/2025).

Ia mengatakan, program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui asupan gizi yang tercukupi.

Menurutnya, Yogyakarta merupakan satu-satunya daerah istimewa berbasis dengan latar belakang sejarah dan kebudayaan yang berupa pengetahuan. 

Untuk itu program MBG diharapkan akan menjadi faktor pendukung yang tepat terhadap kemajuan DIY. Tengku Syahdana juga menyampaikan bahwa setiap dapur MBG akan dikelola oleh seorang kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. 

“Setiap SPPG akan memiliki tim yang terdiri dari Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Ahli Akuntansi. Ahli gizi akan memastikan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak, sekaligus memberikan edukasi tentang pola makan sehat kepada keluarga,” terangnya.

Dapur MBG

“Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri menargetkan pembangunan dapur sehat yaitu sekitar 276 SPPG. Sedangkan hingga saat ini baru ada 44 SPPG yg baru beroperasi di Yogyakarta,” imbuh Tengku.

Sekda DIY Yogyakarta Beny Suharsono sudah menginformasikan ke seluruh Pemkab/Pemkot untuk dapat menentukan segera titik lahan pembangunan SPPG.

“Untuk kedepannya saya berharap untuk titik lahan SPPG bisa bersamaan dengan sekolah rakyat yang ada di Yogyakarta,” ucap Bendy Suharsono.

DIY khususnya di wilayah Sleman menjadi salah satu daerah strategis penunjang kebutuhan pokok MBG mengenai lumbung pangan terbesar yakni penghasil padi, beras, telur, dan cabai yang mengalami surplus setiap tahunnya sehingga mampu mendongkrak perekonomian warga lokal.

Lebih lanjut, Beny juga mengungkapkan mengenai pentingnya kolaborasi antar lintas sektor agar program MBG ini dapat berjalan efektif. 

“Pentingnya kolaborasi BGN – BKKBN dlm mendukung program MBG sesuai dengan amanat Astacita yaitu meningkatkan dan membangun SDM berkualitas menuju Indonesia emas ditahun 2045,” lanjutnya.

Hasil dari pelatihan yang dilakukan Badan Gizi Nasional ini diharapkan agar Pemprov DIY, Kopmas/UMKM/Koperasi yang ada dapat berperan aktif, bersinergi dan saling support dalam menyukseskan Program MBG di seluruh wilayah di Indoneisa.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya