Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Purwakarta Menurun Signifikan

Pemerintah Kabupaten Purwakarta bersama seluruh pemangku kepentingan di berbagai wilayah terus berjibaku untuk melakukan penanganan stunting.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 27 Mei 2025, 13:40 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Norman Nugraha membuka kegiatan Aksi Perencanaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Dalam Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Purwakarta Tahun 2025 di Bale Sawala Yudistira, Purwakarta.

Liputan6.com, Purwakarta Pemerintah Kabupaten Purwakarta bersama seluruh pemangku kepentingan di berbagai wilayah terus berjibaku untuk melakukan penanganan stunting. Pada tahun 2024 lalu, angka prevalensi Stunting di Purwakarta telah mencapai 14,5 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Norman Nugraha mengatakan, selama ini dalam penanganan stunting di wilayahnya terus dilakukan secara guyub oleh seluruh stakeholder lainnya hingga tingkat desa. Pihaknya bersyukur, kerja keras dari seluruh pihak ini telah membuahkan hasil.

"Alhamdulillah, saat ini angka stunting di kita per 2024 kemarin itu sudah di angka 14,5 persen atau terjadi penurunan sekitar 9 persen dari tahun sebelumnya," ujar Norman kepada Liputan6.com, Selasa (27/5/2025).

Norman pun menyadari pekerjaan rumah pemerintah daerah memang cukup berat untuk menekan angka stunting di wilayahnya ini. Namun, berkat keterlibatan seluruh pihak, angka stunting ini bisa terus ditekan.

"Kami juga haturkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini turut andil dalam upaya penanganan stunting," kata Norman.

Target Angka Prevalensi Stuntind di Bawah 10%

Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Norman Nugraha membuka kegiatan Aksi Perencanaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Dalam Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Purwakarta Tahun 2025 di Bale Sawala Yudistira, Purwakarta.

Norman juga menyampaikan, jika jajarannya belum bisa berbangga hati dengan meski angka stunting ini terus menurun. Dengan kata lain, kedepan upaya penanganan stunting ini masih menjadi program prioritas pemerintah daerah.

"Kedepan, kami targetkan angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Purwakarta bisa ditekan sampai di bawah 10 persen," jelas pria yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Purwakarta itu.

Untuk itu, pihaknya berharap dalam penanganan sektor kesehatan yang sampai saat ini menjadi isu nasional itu bisa terus dilakukan bersama-sama oleh jajarannya.

Menurutnya, dalam penanganan stunting ini pihaknya juga butuh dukungan dari masyarakat. Dengan kata lain, penanganan stunting ini harus dilakukan secara komprehensif dari mulai pusat hingga tingkat pemerintahan desa, termasuk masyarakat.

"Kami yakin, kedepan angka prevalensi stunting ini bisa terus menurun," pungkasnya.

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya