Anwar Ibrahim: ASEAN Upayakan Dialog dengan Trump Soal Kebijakan Tarif

PM Malaysia Anwar Ibrahim sedang mengupayakan dialog langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 26 Mei 2025, 19:14 WIB
Anwar Ibrahim menjadi salah satu politikus asal Malaysia yang cukup terkenal terutama dalam dunia politik.

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan bahwa negara-negara Asia Tenggara sedang mengupayakan dialog langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas kebijakan tarif yang dinilai merugikan kawasan. Anwar, yang saat ini menjabat sebagai Ketua ASEAN, berharap pertemuan tersebut dapat berlangsung pada akhir tahun 2025.

Pernyataan itu disampaikan Anwar Ibrahim saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tahunan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada Senin. Ia menekankan pentingnya membentuk barisan yang solid untuk menghadapi tantangan regional, termasuk dampak ekonomi dari tarif AS serta konflik yang masih berlangsung di Myanmar.

“Bagi ASEAN, perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran sangat bergantung pada tatanan internasional yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan. Namun, fondasi ini kini tengah digoyang oleh kebijakan-kebijakan sepihak,” ujar Anwar dalam pidatonya, dikutip dari laman AP, Senin (26/5/2025).

Dalam menyikapi kebijakan tarif dari pemerintahan Trump, ASEAN memutuskan untuk tidak mengambil langkah pembalasan. Sebagai gantinya, blok regional ini membentuk gugus tugas khusus untuk merumuskan respons bersama. Upaya ini dijalankan secara paralel dengan negosiasi bilateral yang tengah dilakukan oleh beberapa negara anggota.

ASEAN terdiri dari sepuluh negara, termasuk sejumlah ekonomi besar seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina, serta negara-negara seperti Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar. Kawasan ini sangat bergantung pada ekspor ke pasar Amerika Serikat dan telah terdampak langsung oleh kebijakan tarif yang diterapkan selama pemerintahan Trump. Tarif tersebut bervariasi, mulai dari 10% untuk Singapura hingga 49% untuk Kamboja.

Meski pada April lalu Trump sempat menghentikan sementara tarif selama 90 hari bagi sebagian besar negara, dan baru-baru ini mencapai kesepakatan dagang sementara dengan Tiongkok, ketidakpastian masih menyelimuti arah kebijakan perdagangan AS terhadap kawasan Asia Tenggara.

Dengan inisiatif dialog ini, Anwar berharap ASEAN dapat menyuarakan kepentingan kolektifnya dan menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah ketegangan geopolitik global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya