Meneropong Gerak Saham ERAA, Simak Analisanya

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) berencana membuka sekitar 330 gerai baru selama tahun ini, yang mencerminkan strategi ekspansi selektif di tengah tekanan makroekonomi. Bagaimana potensi sahamnya?

oleh Ilyas Istianur PradityaDiperbarui 26 Mei 2025, 13:42 WIB
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mendapat sorotan positif dari analis UOB Kay Hian, yang dalam riset terbarunya menaikkan target harga ERAA dari Rp 480 menjadi Rp 670 per saham.

Rekomendasi “BUY” tetap dipertahankan dengan proyeksi kenaikan sebesar 17,5% dari harga saat ini yang berada di kisaran Rp 570.

Katalis utama optimisme ini adalah peluncuran iPhone 16 yang dijadwalkan pada kuartal II 2025. Sebelumnya, peluncuran iPhone 15 pada kuartal IV 2023 telah mendorong pendapatan Erajaya naik 25% secara kuartalan.

Diversifikasi Bisnis dan Ekspansi Non-Digital

Selain kontribusi dari lini produk digital, saham ERAA juga menunjukkan pertumbuhan kuat di segmen non-iPhone dengan peningkatan 13% secara tahunan pada kuartal I 2025.

Perusahaan semakin agresif melakukan diversifikasi, termasuk merambah sektor makanan dan minuman melalui brand Chagee, yang mencatat trafik tinggi sejak pembukaan gerai pertamanya pada April 2025.

Erajaya juga memperluas bisnis ke sektor kendaraan listrik melalui anak usaha PT Sinar Eka Selaras (ERAL), yang memegang 80% saham.

Target pengiriman pertama mobil listrik XPENG di Indonesia dijadwalkan pada kuartal III 2025 dengan proyeksi penjualan 1.000 unit tahun ini.

 

Proyeksi Keuangan dan Strategi Ekspansi

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

UOB Kay Hian memproyeksikan laba bersih Erajaya akan tumbuh 11,5% menjadi Rp 1,15 triliun pada 2025.

Perusahaan juga berencana membuka sekitar 330 gerai baru selama tahun ini, yang mencerminkan strategi ekspansi selektif di tengah tekanan makroekonomi.

Kinerja kuartal I 2025 mencatat laba bersih Rp 203 miliar—sejalan dengan estimasi UOB, meskipun masih di bawah ekspektasi konsensus akibat penundaan peluncuran iPhone 16.

 

Analisis Valuasi dan Pandangan Pasar

Kinerja saham emiten bank jumbo seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kompak ambrol. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari sisi valuasi, saham ERAA diperdagangkan dengan price-to-earnings ratio (PER) sebesar 7,8 kali untuk tahun 2025, yang masih sejalan dengan rata-rata lima tahun terakhir.

UOB menilai valuasi tersebut masih atraktif, terlebih dengan potensi rerating dari ekspansi di sektor non-digital dan peningkatan margin.

Dukungan tambahan datang dari Verdhana Sekuritas yang juga optimistis terhadap potensi pertumbuhan ERAA, serta rekomendasi teknikal “BUY” dari Samuel Sekuritas berdasarkan pola rebound dan momentum teknikal positif.

Dengan kombinasi faktor-faktor ini, ERAA dinilai siap melanjutkan tren pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.4o   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya